We were touched by the college staff and students warmed hospitality. At that time, 15 Jun 2011 was schools, universities, colleges and institutes term break. They came back just to welcome us.
Like other universities and institutes in India, this college also offer BTC, Basic Training Certificate course for primary teachers recruitment and help to improve the quality of education in India. BTC is a two years course and part of the minimum eligibility criteria for appointment of primary teachers.
Iron cast disc served as "gong" or interval bell.
Token of remembrance and appreciation from Head of Science Department, Institut pendidikan Guru, Kampus Ipoh, Malaysia to the Director of Krishn College Of Science And Rural Technology, Agra, India. Thank you, sir.
Thursday, 7 July 2011
Thursday, 30 June 2011
Let Mother Nature Be Our Laboratory...
At G.D. Goenka Primary Public School, Karkardooma, India, paper strips deep in natural dyes / indicators are used to test acid and base. No litmus paper provided!
This green coloured dye is made from spinach, 'painted' on the wall of the Grand Crytals Castle, Jaipur, India, ...never fade for centuries until today...
Taj Mahal, 3rd place in ranking from 20 most beautiful places in the world. Amazing symmetrical Islamic arts and architecture. Its walls are ornamented with in-laid gems stones.
The young men is one of the family members / came from the same ancestors who engraved the wall of Taj Mahal. Honey is used as glue to embed the gem stone in the white marble.
"Is the reward of goodness aught save goodness ?
Which is it, of the favours of your Lord, that ye deny ?"
Surah Ar-Rahman: verse 60-61
Saturday, 18 June 2011
Bermusafir Luaskan Pandangan
Lawatan Penanda Aras, Jabatan Sains, IPG Kampus Ipoh
Sekolah di India menggunakan kurikulum yang sama, suasana dan menggunakan pendekatan yang berbeza. sekolah-sekolah dikategorikan kepada dua:
Government School:Sekolah dibiayai sepenuhnya oleh kerajaan dan dihadiri oleh para pelajar daripada keluarga bertaraf ekonomi yang rendah dan sederhana
Public School: Sekolah swasta, untuk pelajar-pelajar daripada keluarga elite dan berpendapatan tinggi
Kebanyakan guru membiayai sendiri yuran pengajian kursus perguruan mereka. Guru-guru terpilih yang menerima biasiswa kerajaan hanya akan dibayar elaun pengajian mereka pada tahun akhir, sebelum mereka menduduki "final exam".
Di antara pelajar, sekolah rendah swasta paling berprestij di India
Persembahan Pelajar:
Sekolah di India menggunakan kurikulum yang sama, suasana dan menggunakan pendekatan yang berbeza. sekolah-sekolah dikategorikan kepada dua:
Government School:Sekolah dibiayai sepenuhnya oleh kerajaan dan dihadiri oleh para pelajar daripada keluarga bertaraf ekonomi yang rendah dan sederhana
Public School: Sekolah swasta, untuk pelajar-pelajar daripada keluarga elite dan berpendapatan tinggi
Kebanyakan guru membiayai sendiri yuran pengajian kursus perguruan mereka. Guru-guru terpilih yang menerima biasiswa kerajaan hanya akan dibayar elaun pengajian mereka pada tahun akhir, sebelum mereka menduduki "final exam".
Di antara pelajar, sekolah rendah swasta paling berprestij di India
Persembahan Pelajar:
Friday, 10 June 2011
Sunday, 15 May 2011
Dari Pemuda Untuk Pemuda...
Semoga Allah kurniakan negara ini dengan ramai pemuda yang bersifat "Rijal", matang fikiran mereka dan jelas hala tuju mereka. amin.
"Hancurlah negara jika anak mudanya meninggalkan ilmu, sombong dan jauh dari pertimbangan. Bila anak muda terlalu terpengaruh dengan politik, kuat berpidato seperti pemimpin politik dan melaungkan syiar-syiar politik sedangkan kelayakan ilmu , pertimbangan dan kematangan mereka amatlah rendah. Maka bila kita lihat mereka, baru kita faham khabaran silam tentang pemimpin-pemimpin 'jahil' yang akan muncul di akhir zaman."...Kata-kata seorang mahasiswa Kolej Universiti Insaniah
Friday, 6 May 2011
You Are Number One For Me!
If I could
Turn back time rewind if I could
Make it on done i swear that I would
I would make it up to you
Ooooh
If I could
Turn back time rewind if I could
Make it on done i swear that I would
I would make it up to you
Mama I'm grown up now
It's a bright new day
I would like to put a smile in your face everyday
Mama i'm grown up now
And if it's not too late
I would like to put a smile in your face everyday
Monday, 2 May 2011
Kebebasan yang mutlak!
Kita tidak hidup dalam bayang-bayang manusia tetapi hidup dalam pengabdiaan dan penghambaan mutlak kepada Nya semata-mata. Sebagai mana ikrar kita dalam doa iftitah lima kali sehari...
اَلله أَكََْبَر كَبِيْرًا وَالحَمْدُلِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَأَصِيْلاً . إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِيْن . إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المُسْلِمِيًن.
“Allah maha besar lagi sempurna kebesaranya segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak . maha suci Allah sepanjang pagi dan petang , sesungguhnya aku menghadapkan mukaku kepada zat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri dan bukannya aku termasuk dalam golongan musyrik , sesungguhnya sembahyangku ibadatku , hidupku dan matiku hanya untuk Allah semesta alam . Tiada sekutu baginya kerana itu aku rela diperintah dan kau ini adalah golongan orang Islam.”
p/s Sumpah Beb!: http://permaikasturi-caststory.blogspot.com/
Allahu 'alam. Moga bermanfaat. Amin
Maher Zain - Freedom ( Official Lyric )
Gathered here with my family
...My neighbours and my friends
Standing firm together against oppression holding hands
It doesn't matter where you're from
Or if you're young, old, women or man
We're here for the same reason; we want to take back our land
Oh God thank you
For giving us the strength to hold on
And now we're here together
Calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We're calling for freedom, fighting for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you're here with us
No more being prisoners in our homes
No more being afraid to talk
Our dream is just to be free, just to be free
Now when we've taking our first step
Towards a life of complete freedom
We can see our dream getting closer and closer, we're almost there
Oh God thank you
For giving us the strength to hold on
And now we're here together
Calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We're calling for freedom, fighting for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you're here with us
I can feel the pride in the air
And it makes me strong to see everyone
Standing together holding hands in unity
Shouting out load demanding their right for freedom
This is it and we're not backing of
Oh God we know you hear our call
And we're calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We're calling for freedom, calling for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you're here with us
اَلله أَكََْبَر كَبِيْرًا وَالحَمْدُلِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَأَصِيْلاً . إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِيْن . إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المُسْلِمِيًن.
“Allah maha besar lagi sempurna kebesaranya segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak . maha suci Allah sepanjang pagi dan petang , sesungguhnya aku menghadapkan mukaku kepada zat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri dan bukannya aku termasuk dalam golongan musyrik , sesungguhnya sembahyangku ibadatku , hidupku dan matiku hanya untuk Allah semesta alam . Tiada sekutu baginya kerana itu aku rela diperintah dan kau ini adalah golongan orang Islam.”
p/s Sumpah Beb!: http://permaikasturi-caststory.blogspot.com/
Allahu 'alam. Moga bermanfaat. Amin
Maher Zain - Freedom ( Official Lyric )
Gathered here with my family
...My neighbours and my friends
Standing firm together against oppression holding hands
It doesn't matter where you're from
Or if you're young, old, women or man
We're here for the same reason; we want to take back our land
Oh God thank you
For giving us the strength to hold on
And now we're here together
Calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We're calling for freedom, fighting for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you're here with us
No more being prisoners in our homes
No more being afraid to talk
Our dream is just to be free, just to be free
Now when we've taking our first step
Towards a life of complete freedom
We can see our dream getting closer and closer, we're almost there
Oh God thank you
For giving us the strength to hold on
And now we're here together
Calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We're calling for freedom, fighting for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you're here with us
I can feel the pride in the air
And it makes me strong to see everyone
Standing together holding hands in unity
Shouting out load demanding their right for freedom
This is it and we're not backing of
Oh God we know you hear our call
And we're calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We're calling for freedom, calling for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you're here with us
Friday, 1 April 2011
Adakah kau lupa...?
Adakah kau lupa
Kita pernah berjaya
Adakah kau lupa
Kita pernah berkuasa
Memayungi dua pertiga dunia
Merentas benua melayar samudera
Keimanan juga ketaqwaan
Rahsia mereka capai kejayaan
Bangunlah wahai anak bangsa
Kita bina kekuatan jiwa
Tempuh rintangan perjuangan
Gemilang generasi yang silam
Membawa arus perubahan
Keikhlasan hati dan nurani
Ketulusan jiwa mereka berjuang
Sejarah telah mengajar kita
Budaya Islam di serata dunia
Membina tamadun berjaya
Merubah mengangkat maruah
Thursday, 24 March 2011
Saturday, 12 February 2011
Saturday, 5 February 2011
Engkaulah Pemuda Idaman...
Sunnahtullah atau peraturan dan ketetapan Allah terhadap sesuatu proses kejadian itu berlaku hanya sekali. Zaman remaja tidak terkecuali. Ia tidak mungkin berulang kembali. Kegemilangan sesebuah era termasuklah generasi Al Qur'an di zaman Rasulullah s.a.w didokong oleh para pemuda yang bersemangat kental. Jika diamati, setiap organisasi juga pasti ada barisan pemuda yang terdidik menurut acuan, ideologi dan falsafah tersendiri. Organisasi muslim sudah tentu merujuk kepada dua sumber rujukan yang unggul iaitu Al Qur'an dan As Sunnah Rasulullah s.a.w sahaja, dan tidak kepada yang lain. Ketegasan dalam mematuhi kedua-dua sumber ini amat penting. Keadaan yang mengundang keberkatan Allah. Melakukan segala suruhanNya (tidak melakukan laranganNya juga termasuk lah suruhanNya) melayakkan penganugerahan keberkatan kehidupan, yang sebaliknya menempah kucar-kacir dan kepayahan serta keberadaan yang menghapuskan keberkatan di sekelilingnya.
"Dan Ia menjadikan daku seorang yang berkat di mana sahaja aku berada, dan diperintahkan daku mengerjakan sembahyang dan memberi zakat selagi aku hidup." Surah Maryam:31
Kenapa golongan pemuda penting? Mereka memiliki kemampuan mental (lebih kritis dan kreatif) yang tinggi dan kekuatan fizikal, bersemangat tinggi secara bandingan dengan golongan tua dan kanak-kanak. Pemuda merupakan agen perubahan. Menurut Dr. Irwan Prayitno (2005), pemuda sangat mudah melakukan perubahan khususnya pada dirinya sebab mereka masih belum mempunyai suatu sikap dan budaya yang tetap, memiliki perilaku yang membudayakan serta dinamika kepemudaan. Dengan alasan itu juga lah, para pemuda menjadi rebutan. Mereka generasi pewaris, agen penambahbaikkan, pemacu semangat dan reformis moral masyarakat. Kekurangan ilmu, pengalaman dan kebijaksanaan (wisdom) mereka dapat 'ditampong' oleh generasi 'lama'. Maka, santunan golongan muda dan lama merupakan gandingan mantap untuk menempa kecemerlangan.
Dr. Raghib As-Sirjani, dalam penulisan nya "Menjadi Pemuda Peka Zaman: Langkah-langkah menjadi generasi idaman", menggariskan beberapa perkara sebagai garis panduan untuk pemuda. Posting yang lalu menyentuh empat motivasi kepada golongan muda, yang boleh dirumuskan seperti berikut:
Nasihat pertama: Tinggalkan perbuatan dosa dan maksiat sekarang juga!
Nasihat kedua: Kenalilah agamamu
Nasihat ketiga: Tambatkan lah hatimu dengan masjid.
Nasihat keempat: Jadilah pemuda berprestasi
Nasihat kelima:Sambunglah tali silaturrahim
Para pemuda diharapkan menjadi jambatan, penyambung kepada semua generasi dan 'penebus' kesilapan generasi yang terdahulu.
Mereka tidak seharusnya melihat diri mereka lebih baik daripada kedua ibubapa mereka. Keadaan ini mengundang kemurkaan Allah. Berbakti, berbuat baik dan taat kepada ibubapa merupakan tanggungjawab.(rujuk surah Luqman: 13-15)
Nasihat keenam: Selektiflah dalam memilih kawan
Stamina keimanan memjadi mantap apabila bersama mereka berakhlak baik dan beragama.
Pilihlah teman yang sentiasa mengingat kita akan kebaikan. Derajat dan martabat umat ditinggikan melalui pergaulan yang baik.
'Agama seseorang diukur dengan keadaan agama temannya, hendaknya setiap kamu memperhatikan siapa temannya' (Hadis riwayat At Tirmizi, Abu Dawud dan Ahmad).
Semestilah tugas yang agung dan besar tidak mampu dipikul oleh individu. lebih-lebih lagi, keberkatan Allah bersama jamaah.
'Barang siapa yang ingin masuk ke dalam syurga, hendaknya ia komitmen berjamaah'(Hadis riwayat Ahmad)
Nasihat ketujuh: Peduli terhadap realiti hidup umat
Seorang muslim melihat dunia ini secara integral dan universal walau bagaimana sekali pun kesibukan nya. Kepedulian dan pengetahuan terhadap isu global, antarabangsa, umat Islam di seluruh dunia di samping isu negara, masyarakat setempat termasuklah di kampus, penting bagi mengetahui 'penyakit' dan mencari penyelesaian kepada masalah umat.
"..Ya Allah, muliakanlah Islam dan masyarakat Islam. Hentikanlah segala macam kezaliman dan permusuhan, bantulah saudara-saudara kami di mana sahaja mereka berada. Angkatlah dari mereka kesusahan, bala, peperangan dan permusuhan.
Ya Allah, selamatkanlah kami dari segala keburukan dan janganlah Engkau jadikan kami tempat turunnya bencana, hindarkanlah kami dari segala bala kerana tidak sesiapa yang dapat menghindarkannya melainkan Engkau, ya Allah"
Nasihat kelapan: Jadilah seorang olahgrawan
Persona seorang pemuda Isalam sejati ialah tubuh yang kuat, kesehatan yang normal, dan postur yang kokoh, seterusnya mental yang sihat. Cadangan olahraga yang bermanfaat untuk diceburi ialah berenang, memanah, seni mempertahankan diri, menguji kekuatan, angkat berat dan menunggang kuda.
Lakukan secara amali. Minimumkan membaca dan menyaksikan olahraga kerana ia tidak akan menumbuhkan semangat kerja yang tinggi dan hanya lah kelalaian yang jauh. Olahraga hanya lah cadangan dan bukan tujuan.
Nasihat kesembilan: Ajaklah orang lain
Apabila kita merasa kemanisan iman dan keindahan dalam bahtera hidayah, kita ingin orang lain khususnya orang yang akrab dengan kita untuk bersama kita. Kita tidak ingin mereka terus menderita dalam kealpaan dan lemas dalam kejahilan. Kita ingin mereka turut menaiki bahtera kebaikan. Gunalah sebarang media termasuk cetakan, elektronik dan internet untuk berkongsi maklumat serta membimbing mereka untuk melakukan kebaikan.
"Orang yang memberi petunjuk pada kebaikan seperti orang yang melakukannya"(Hadis riwayat Ahmad)
"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, 'sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?" Fushsiilat:33
Nasihat kesepuluh: Atur dan rapikan lah waktumu
Bagi melaksanakan semua saranan di atas, perlu kepada perencanaan yang matang bagi merealisasikan setiap kebaikan. Perlu kepada ketentuan tujuan dan target. Perlu merujuk dan berbincang dengan mereka yang berpengalaman, menempuh, bergelut di jalan dakwah ini.
Setiap manusia akan mengalami kegagalan dan kejayaan. Seharusnya kita ambil pelajaran daripada kesilapan. Allah bersama kita. Sentiasalah mohon bantuanNya. Allah akan membuka pintu-pintu kebaikan dan rahmat kepada kita, membimbing kita kepada jalan keselamatan, serta menunjuk kita menuju kebenaran dan kebahagiaan.
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keredhaan)Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik" Al-Ankabut: 69
Jadilah PEMUDA PENJANA KEBERKATAN, amin. Allahu 'alam.
Saturday, 1 January 2011
Doing nothing with a purpose?
Wasiat Rasulullah s.a.w. sentiasa menjadi kesaksian.
“Rebutlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara. Pertama, masa sihat sebelum sakit. Kedua, masa kaya sebelum datangnya masa sempit (miskin). Ketiga, masa lapang sebelum tiba masa sibuk. Keempat, masa muda sebelum datang masa tua, dan kelima, masa hidup sebelum tiba masa mati.” (Riwayat al-Hakim dan al-Baihaqi)
Bersempena dengan kehangatan sambutan tahun baru 2011, marilah sama-sama kita merenung sejauh mana agaknya kita berusaha mengisi masa kita agar tidak menyesal apabila muncul lima perkara yang terkemudian iaitu sakit, himpitan kewangan, sibuk memanjang, masa tua dan kematian.
Saya yang menaip bait-bait ayat ini telah mengalami kesemuanya kecuali kematian. Allah telah memberikan peringatan demi peringatan dalam bentuk perubahan fizikal yang ketara seperti lemahnya tubuh badan, berubannya rambut, kaburnya penglihatan, kurangnya pendengaran dan diri semakin menjadi seorang yang pelupa dari semasa ke semasa sebab semakin lemahnya ingatan. Pada saat itu, terasa betapa berharganya nikmat kesihatan yang baik, semangat membara dan kelapangan masa di waktu remaja. Keresahan sentiasa menghimpit jiwa, takut Allah menjemput diri dalam keadaan yang tidak bersedia, wanauzubillah. Terfikir pula terlalu banyak perkara yang ingin dicapai dalam peruntukkan masa yang semakin singkat dengan kemampuan dan keupayaan yang semakin terbatas.
Sedaya upaya cuba memaksimakan segala sumber yang ada termasuk harta benda, kewangan, melakukan sebanyak mungkin bentuk kebaikan termasuk lah usaha kerdil menghamburkan kata-kata yang baik buat nasihat khusus untuk peringatan diri sendiri dalam bentuk penulisan di facebook dan blog sebagai modal dan saham akhirat, insyaAllah. Semoga dikurniakan kekuatan dan kesabaran yang tinggi oleh Nya untuk menghasilkan penulisan akademik dan buku pada masa akan datang, amin. Sedar akan prinsip melakukan kebaikan jika ingin diterima Allah sebagai ibadah, perlu ada syarat-syaratnya iaitu ikhlas, perbuatan menurut sunnah Rasulullah, tidak meninggalkan yang fardu dan wajib serta tidak menggamit sebarang kemungkaran. Secara peribadi dan di peringkat usia menjangkau "keemasan" ini, keikhlasan terkesan dan potensi terserlah apabila melakukan yang kita sukai tanpa dalam suasana persaingan. Jadinya: "There is no such thing as doing nothing with a purpose but DOING SOMETHING WITH A GOOD PURPOSE".
Suka saya kongsikan sebahagian daripada hasil pembacaan saya daripada penulisan Dr. Raghib As-Sirjani dalam buku kecil nya "Menjadi Pemuda Peka Zaman: Langkah-langkah menjadi generasi idaman", beliau menasihatkan para pemuda(dan saya kira juga untuk mereka yang mendidik para pemuda termasuk golongan ibubapa dan pendidik)jika ingin menyaksikan kegemilangan dan kemuliaan umat ini, usah menunda-nunda, memperlambat dan mencari-cari alasan untuk "berkerja" melalui sepuluh langkah motivasi yang dirumuskan seperti berikut:
Nasihat pertama: Tinggalkan perbuatan dosa dan maksiat sekarang juga!
Menurutnya, orang yang melakukan maksiat tidak akan mampu memberikan komitmen untuk meneruskan perjuangan di jalan Allah. Maksiat yang dilakukan secara berterusan merupakan indikator hati telah rosak. Allah sangat dekat dengan hamba-hamba Nya yang ingin mendektkan diri kepada Nya. Oleh itu, mohon ampunlah kepada Nya terhadap dosa-dosa dan ditutupi segala keaiban. Indiktor doa kita dimakbulkan ialah kita merasa ringan melakukan amal saleh dan bersemangat terhadap ketaatan, sangat berkeinginan melakukan amal kebajikan, merasa takut dan was-was dari akibat maksiat yang telah dilakukan, dan kekhusukan diri ketika mendengar peringatan dari Al Qur'an, hadis dan ilmu pengetahuan agama.
Nasihat kedua: Kenalilah agamamu
Agama Islam adalah agama agung dan sempurna. Setiap dimensi Islam adalah agung. Dengan mengamalkan ajaran Islam, hidup menjadi baik dan sempurna. Allah menegaskan kesempurnaan Islam dalam surah Al Ma'idah, ayat 3 yang bermaksud: "Pada hari ini, telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat Ku, dan telah Ku redha Islam itu jadi agamamu"
Dr. Raghib As-Sirjani menyarankan kita mendalami dn menggali ilmu-ilmu Islam termasuk sirah Nabi Muhammad s.a.w, sirah para sahabat dan menyelami sejarah islam. Dengan mempelajari ilmu Islam, kita memperoleh manfaat dari setiap minit masa kita. Selain daripada membaca buku, menonton dan mendengar youtube, kita boleh "blog hoping" dan berkongsi maklumat berguna di fb. Pupuklah tabiat suka membaca di dalam diri kita. Paksa diri untuk membaca bahan bermanfaat hingga kita menjadi seorang yang ketagih untuk membaca sebab Masyarakat yang maju ialah masyarakat yang membaca.
Rasulullah s.a.w bersabda:"Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan jalan baginya menuju syurga." (Hadis riwayat Muslim)
Nasihat ketiga: Tambatkan lah hatimu dengan masjid.
Menurut Dr Raghib As-Sirjani: Masjid merupakan salah satu bahagian yang sangat penting dalam membentuk generasi muda Islam yang unggul. Allah memperbanyakkan pahala dan kebajikan solat berjamaah kerana untuk memberikan motivasi supaya kita gemar kepada masjid.
"Pahala solat berjamaah lebih banyak dua puluh tujuh derajat daripada solat sendirian"
(Hadis riwayat Al Bukhari dan Muslim)
"Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian" (At-Taubah:18)
"Barang siapa yang berangkat menuju masjid,baik pagi mau pun petang, maka Allah akan menyediakan rumah besar untuknya di syurga setiap kali ia berangkat."
(Hadis riwayat Al Bukhari dan Muslim)
Orang yang hatinya sentiasa berpaut kepada masjid, ia telah berjaya menjaga stamina keimanan dan ketaqwaannya.
Nasihat keempat: Jadilah pemuda berprestasi
Pemuda Islam bukan sahaja perlu mempunyai komitmen tinggi dengan ajaran agama serta konsisten dengan mengamalkannya, tetapi mereka juga perlu cemerlang dalam akademik. Sungguh tidak masuk akal pemuda yang aktif dalam berdakwah, kuat beragama tetapi lemah di bidang akademik.
"Sungguh, sangat tidak masuk akal jika umat yang undang-undang kehidupannya dimulai dengan kalimat, "Bacalah..." digolongkan sebagai umat terkebelakang dari sisi keilmuan dan pendidikan...Islam adalah agama yang mengajak pemeluknya berprestasi dalam setiap bidang spesialisasi hidup dan profesional dalam setiap pekerjaan"
bersambung...
Thursday, 21 October 2010
The Third Anniversary is coming soon...
Dear Jane,
I came back at dawn ( 5:30 am Malaysian Time) on Sunday, the 29th Disember 2007, the flight by Saudi Arabia Air from Jeddah had been delayed for 10 hours. My beloved Dad and family members waited for me patiently at the KLIA. Immediately when we reached home, a small thanks giving feast (called kenduri in bahasa melayu) for immediate family members and neighbours was held at my Dad's place at Teluk Intan, Perak (one and a half hours journey drive from Ipoh). I still had a bad cough since three weeks ago so I decided to take another day rest at my Dad's place to allow the rest of my family members to visit me. Drove to Ipoh with my car loaded with my 46 days belonging, yesterday. I took almost one whole day to get "acquainted again" with my "slumber zone" that I have missed for sooooooo long! When I opened my 2, 900 ++ emails, after mid night yesterday or rather this morning, your ecard was top of the list....thank you for keeping in touch, for the gesture and the most important thing is you still remember me.
Hope life treating you very well. Please tell me more on your daily experiences. About your studies and your community activities in Beijing, I just love to learn about it.
Allow me to share some of my wonderful,fantastic and beyond words explanation. ... life experience for the past more than a month or so.
My spiritual journey was so demanding and very hectic. It was a balanced of physical, mental, spiritual and emotional strength. On top of that, one also need to be well read or equipt with some knowledge of what one need to do, suppose to do and have to be compliance with the teaching of prophet Muhammad (May peace and blessing of Allah be upon him) as inspired by Allah through His revelation/Qur' anic teaching. I had done my best to maximise the activities and enjoyed my stay at the two sacred cities namely Madinah Al Munawarrah ( Madinah, The City of Light) , the chosen city and the burial place of our beloved prophet Muhammad ( May peace and blessing of Allah be upon him) and Makkah Al Mukarramah (Makkah, The Sacred City), the city built by the prophet Ibrahim (Abraham) and his son, prophet Ismail (Eshmael), may peace and blessing of Allah be upon both of them. Prilgrimage in Islam or Haj activities are more practical physical activities and very personal in nature. It is a matter between you and Al Mighty Allah. Nobody knows...just you and Allah! So sincerity and accountability are very crucial in your presentation of good deeds. The whole journey gave you an experience of how Islam was first established by doing a series of well planned and systematic physical activities at the historical place/sides. By doing so, one have to do a lot of reflection and repentence (seeking forgiveness of your sins...either your are aware or unaware of it). Most of the time I cried out of happiness (for given the chance by Allah to experience this spiritual journey this time round), fear ( that the possibility Allah don't accept all my good deeds and repentence of all my sins) and hope (that Allah listens to all my prayers, accept all my good deeds including the haj activities and rewarded me accordingly after that) as you feel so dwafted, humbled and very near to Allah in these two holy cities (even though you feel the present of god everywhere).
When I first saw the ka'abah, the oldest sacred sanctuary on earth, the reference point of prayer ( called kiblat) for every muslim....The first encounter with the ka'abah...it was just like meeting someone that you never meet before, you adhore that someone every moment of your life from far but dying to meet that someone...now that someone is just right in front of you..., Jane!..how do you describe yourself at that particular moment?! It was a mix feeling...joy, happiness, sad, greatful etc etc. Ka'abah is just a cubical construction with nothing inside, just three main pillars but which there is historical record as The Qur'an says,
" Most surely the first house appointed for men is the one at Bakkah (Mecca), blessed and a guidance fot the nations." ( Ali Imran: verse 96)
" And when Abraham and Ishmael raised the foundations of the House: Our Lord! accept from us; surely Thou art the Hearing, the Knowing," (Al Baqarah: verse 127)
Ka'abah is the symbol of unity, the manifestation of the oneness of god and reflects the beauty and the universality of Islam as The way of life. Muslim from eveywhere, poor or rich, white or coloured, all type of physical sizes, speaks different kind of languages ( some of the languages are alien to you and yet you understand the gesture...), raised from different communities, from all walks of life.. prays the same ways, prostrate to Allah...The Compassionate, The Merciful,The All Aware and The Forgiving, at the same range of time, facing the ka'abah alone...be it from the city of Makkah or from anywhere on earth.
Jane.... 2008 and beyond ( till the time I am call to meet Allah The Al Mighty..) is always going to be very special. I will try my best within my ability and capability to be a good muslim @ practicing muslim, to be good to everyone regardless who there are..only Allah knows what promised I have made to Him at The Arafat Valley on the 18th Disember 2007 as the starting day of the Haj activities.. .may Allah help me and guide me always.... to fulfill my promise to him...ameen.
Happy New Year Jane, ...Lets together make a new start, a new chapter, a new beginning, forget the BAD and cherish the GOOD. Please send my warmest Happy New Year greeting to your parents too. Do keep in touch.
Love,
Hayati Haji Sidek @ Yatty
I came back at dawn ( 5:30 am Malaysian Time) on Sunday, the 29th Disember 2007, the flight by Saudi Arabia Air from Jeddah had been delayed for 10 hours. My beloved Dad and family members waited for me patiently at the KLIA. Immediately when we reached home, a small thanks giving feast (called kenduri in bahasa melayu) for immediate family members and neighbours was held at my Dad's place at Teluk Intan, Perak (one and a half hours journey drive from Ipoh). I still had a bad cough since three weeks ago so I decided to take another day rest at my Dad's place to allow the rest of my family members to visit me. Drove to Ipoh with my car loaded with my 46 days belonging, yesterday. I took almost one whole day to get "acquainted again" with my "slumber zone" that I have missed for sooooooo long! When I opened my 2, 900 ++ emails, after mid night yesterday or rather this morning, your ecard was top of the list....thank you for keeping in touch, for the gesture and the most important thing is you still remember me.
Hope life treating you very well. Please tell me more on your daily experiences. About your studies and your community activities in Beijing, I just love to learn about it.
Allow me to share some of my wonderful,fantastic and beyond words explanation. ... life experience for the past more than a month or so.
My spiritual journey was so demanding and very hectic. It was a balanced of physical, mental, spiritual and emotional strength. On top of that, one also need to be well read or equipt with some knowledge of what one need to do, suppose to do and have to be compliance with the teaching of prophet Muhammad (May peace and blessing of Allah be upon him) as inspired by Allah through His revelation/Qur' anic teaching. I had done my best to maximise the activities and enjoyed my stay at the two sacred cities namely Madinah Al Munawarrah ( Madinah, The City of Light) , the chosen city and the burial place of our beloved prophet Muhammad ( May peace and blessing of Allah be upon him) and Makkah Al Mukarramah (Makkah, The Sacred City), the city built by the prophet Ibrahim (Abraham) and his son, prophet Ismail (Eshmael), may peace and blessing of Allah be upon both of them. Prilgrimage in Islam or Haj activities are more practical physical activities and very personal in nature. It is a matter between you and Al Mighty Allah. Nobody knows...just you and Allah! So sincerity and accountability are very crucial in your presentation of good deeds. The whole journey gave you an experience of how Islam was first established by doing a series of well planned and systematic physical activities at the historical place/sides. By doing so, one have to do a lot of reflection and repentence (seeking forgiveness of your sins...either your are aware or unaware of it). Most of the time I cried out of happiness (for given the chance by Allah to experience this spiritual journey this time round), fear ( that the possibility Allah don't accept all my good deeds and repentence of all my sins) and hope (that Allah listens to all my prayers, accept all my good deeds including the haj activities and rewarded me accordingly after that) as you feel so dwafted, humbled and very near to Allah in these two holy cities (even though you feel the present of god everywhere).
When I first saw the ka'abah, the oldest sacred sanctuary on earth, the reference point of prayer ( called kiblat) for every muslim....The first encounter with the ka'abah...it was just like meeting someone that you never meet before, you adhore that someone every moment of your life from far but dying to meet that someone...now that someone is just right in front of you..., Jane!..how do you describe yourself at that particular moment?! It was a mix feeling...joy, happiness, sad, greatful etc etc. Ka'abah is just a cubical construction with nothing inside, just three main pillars but which there is historical record as The Qur'an says,
" Most surely the first house appointed for men is the one at Bakkah (Mecca), blessed and a guidance fot the nations." ( Ali Imran: verse 96)
" And when Abraham and Ishmael raised the foundations of the House: Our Lord! accept from us; surely Thou art the Hearing, the Knowing," (Al Baqarah: verse 127)
Ka'abah is the symbol of unity, the manifestation of the oneness of god and reflects the beauty and the universality of Islam as The way of life. Muslim from eveywhere, poor or rich, white or coloured, all type of physical sizes, speaks different kind of languages ( some of the languages are alien to you and yet you understand the gesture...), raised from different communities, from all walks of life.. prays the same ways, prostrate to Allah...The Compassionate, The Merciful,The All Aware and The Forgiving, at the same range of time, facing the ka'abah alone...be it from the city of Makkah or from anywhere on earth.
Jane.... 2008 and beyond ( till the time I am call to meet Allah The Al Mighty..) is always going to be very special. I will try my best within my ability and capability to be a good muslim @ practicing muslim, to be good to everyone regardless who there are..only Allah knows what promised I have made to Him at The Arafat Valley on the 18th Disember 2007 as the starting day of the Haj activities.. .may Allah help me and guide me always.... to fulfill my promise to him...ameen.
Happy New Year Jane, ...Lets together make a new start, a new chapter, a new beginning, forget the BAD and cherish the GOOD. Please send my warmest Happy New Year greeting to your parents too. Do keep in touch.
Love,
Hayati Haji Sidek @ Yatty
Monday, 27 September 2010
Who is The Best Planner?!...
Qur'an = reminder to pray for Muslims
Associated Press - 9/26/2010 3:35:00 AM
The Qurans that Florida Pastor Terry Jones planned to burn on the anniversary of 9/11 are now in the hands of another group that has a different agenda.
Reverend Patrick Mahoney, director of the Christian Defense Coalition (CDC), plans to distribute the Qurans to churches and Christian leaders who promise to keep them as a reminder to pray for Muslims and share with them the love of Christ.
"The response has been overwhelming. We've been getting calls from church leaders and churches across America," Mahoney reports. "We'll have no problem distributing these Qurans."
The CDC director had traveled to Gainesville, Florida, in the days before September 11 to try and convince Jones to cancel the burning. He believes Christians should take a different approach to reach Muslims.
"We are to pray for our Muslim neighbors and friends," Mahoney suggests. "We are not to burn Qurans; we are not to burn bridges, but we are to build bridges and share Christ's love."
Jones later canceled the burning after speaking to military, political, and religious leaders. Afterwards, Mahoney returned to Florida and had the 225 Qurans shipped to Washington, DC, for safe keeping and distribution.
Associated Press - 9/26/2010 3:35:00 AM
The Qurans that Florida Pastor Terry Jones planned to burn on the anniversary of 9/11 are now in the hands of another group that has a different agenda.
Reverend Patrick Mahoney, director of the Christian Defense Coalition (CDC), plans to distribute the Qurans to churches and Christian leaders who promise to keep them as a reminder to pray for Muslims and share with them the love of Christ.
"The response has been overwhelming. We've been getting calls from church leaders and churches across America," Mahoney reports. "We'll have no problem distributing these Qurans."
The CDC director had traveled to Gainesville, Florida, in the days before September 11 to try and convince Jones to cancel the burning. He believes Christians should take a different approach to reach Muslims.
"We are to pray for our Muslim neighbors and friends," Mahoney suggests. "We are not to burn Qurans; we are not to burn bridges, but we are to build bridges and share Christ's love."
Jones later canceled the burning after speaking to military, political, and religious leaders. Afterwards, Mahoney returned to Florida and had the 225 Qurans shipped to Washington, DC, for safe keeping and distribution.
Monday, 13 September 2010
Post Ramdhan Kareem & beyond...
Satu perkongsian cetusan minda dari Pak Lang a.k.a Saudara Mokri Sabran, Keindahan bersamaMu, KBM & IKRAM Johor Darul Takzim
Antara yang di sebut :
Bulan Ramadhan mendidik kita dengan tujuh jenis akhlak; antaranya
1. mendidik kita menyahut perintah Allah dengan sempurna tanpa melihat hikmat di sebaliknya
2. mendidik kita supaya mengawal syahwat yang cenderung kepada sesuatu yang tidak diredhai
Allah
3. mendidik kita supaya mengawal perasaan
4. mendidik keupayaan menahan marah
5. mendidik kita untuk menafkahkan pada jalan Allah
6. mendidik kita kepada sensitiviti yang mulia iaitu sensitiviti kesatuan, persaudaraan dan
solidarity antara semua umat Islam di seluruh dunia
7. mendidik kita kepada sensitiviti kepada penderitaan dan permasalahan orang lain.
Semoga bermanfaat & dipermudahkan segala urusan kita, amin
Antara yang di sebut :
Bulan Ramadhan mendidik kita dengan tujuh jenis akhlak; antaranya
1. mendidik kita menyahut perintah Allah dengan sempurna tanpa melihat hikmat di sebaliknya
2. mendidik kita supaya mengawal syahwat yang cenderung kepada sesuatu yang tidak diredhai
Allah
3. mendidik kita supaya mengawal perasaan
4. mendidik keupayaan menahan marah
5. mendidik kita untuk menafkahkan pada jalan Allah
6. mendidik kita kepada sensitiviti yang mulia iaitu sensitiviti kesatuan, persaudaraan dan
solidarity antara semua umat Islam di seluruh dunia
7. mendidik kita kepada sensitiviti kepada penderitaan dan permasalahan orang lain.
Semoga bermanfaat & dipermudahkan segala urusan kita, amin
Wednesday, 8 September 2010
Sunday, 29 August 2010
Touch & Go atau Senyum & Salam - pilihan di tangan anda!
Telah lama saya fikirkan..."Touch & Go" salah satu kaedah pembayaran tol di lebuh raya - mudah dan segera tercapai objektif iaitu kebenaran laluan untuk meneruskan perjalanan dengan sentuhan kad pra-bayar. Smart-tag pula versi penambahbaikan kad pra-bayar tanpa sentuhan dan menunggu, hanya laluan dengan talaan sensor. Kita tidak menafikan sains dan teknologi banyak memudahkan aktiviti kehidupan seharian kita tetapi ada ketikanya kecanggihan peralatan teknologi menghakis nilai kemanusiaan yang sungguh berharga dan peluang untuk meraih ganjaran pahala. Dengan berhenti untuk beberapa ketika, menyapa jurutol dengan salam & senyuman sambil menghulurkan tiket dan wang, secara bandingan kita mungkin "kehilangan" sedikit masa (yang sesungguhnya ukurannya turut relatif)dengan mereka yang menggunakan kad pra-bayar tetapi kita akan merasa puas kerana dapat berinteraksi serta melakukan sedikit kebajikan. Malang serta rugi berganda jika kita memilih untuk membayar tunai tanpa diiringi dengan salam & senyuman.
Dalam ekonomi, konsep ini dikenali sebagai "kos melepas" - "Opportunity cost":The cost of an opportunity forgone (and the loss of the benefits that could be received from that opportunity); the most valuable forgone alternative.
Dalam profesion perguruan juga ada kos melepas, pilihan juga di tangan kita. Untuk menjadi guru "Touch & Go" tanpa kepedulian atau menjadi seorang pendidik "pakar" (penaziran berdasarkan pertanggungjawaban / "accountability")dan terdidik dengan profesion yang kita cintai ini.
Gejala sosial yang melanda masyarakat kita khususnya di kalangan remaja cukup meruncing dan merunsingkan. Gejala pergaulan bebas, sumbang mahram, penzinaan, kes pembuangan bayi, kes pembunuhan akibat tekanan jiwa dan penyakit mental dan segala macam lagi. Berapa ramai di antara mereka yang merupakan pelajar IPT / kolej? Mereka yang berpengetahuan tinggi tetapi tidak terdidik dengan ilmu yang dimiliki. Punca utama ialah kurang mendalami Islam, tidak merasa bangga(Izzah) dan mulia dengan Islam, kecewa dan putus asa dengan peristiwa yang berlaku dalam dunia Islam...
Masa kan Allah biarkan kita begitu sahaja...umat yang diturunkan dengan ayat "iqra'- bacalah.."...yang diuji dengan pelbagai musibah...sungguh tidak masuk akal, jika umat ini digolongkan umat yang paling mundur dari segi ilmu dan pendidikan...
Besar peranan kita, sebagai pendidik dan bakal pendidik, kita harus sedar dan bersungguh-sungguh dalam membentuk generasi "PEMUDA YANG PEKA ZAMAN" - anak didik yang mengerti akan hala tuju kehidupan, sedar tentang adanya sistem pembalasan yang mutlak, wujudnya kehidupan akhirat, terdididk dengan pengawasan Allah dalam setiap detik kehidupan, menjadikan Islam sebagai satu-satunya cara hidup, mengamalkan ajaran Islam dalam semua aspek kehidupan-konsep ibadah yang komprehensif...
"...Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu, dan Aku telah redakan Islam itu menjadi agama untuk kamu..." (Al-Maidah:3)
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit" (Taha: 124)
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"
(Adz- Dzariyat: 56)
"Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam" (Al-an'am:162)
"Maka sesiapa berbuat kebajikan seberat zarah, nescaya akan dilihatnya (dalam surat amalnya)!
Dan sesiapa berbuat kejahatan seberat zarah, nescaya akan dilihatnya (dalam surat amalnya)!"
(Az-Zalzalah: 7-8)
"Patuhilah (seruan) Rabb-mu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu)" (Asy-Syura:47)
Daripada tinjauan rambang / survey yang saya lakukan ke atas 26 orang pelajar program persediaan ijazah sarjana muda perguruan: menulis perkara utama yang sentiasa bermain di kotak fikiran mereka, tanpa menyelesaikannya mereka tidak sejahtera...(identiti mereka tidak dicatatkan).
23 orang pelajar mencatatkan perkara tentang penting nya motivasi daripada famili, teman wanita/lelaki, kejayaan dalam pembelajaran, keperluan asas yang mesti dipenuhi seperti makan-minum, mandi...hanya tiga orang pelajar yang mengutamakan keperluan spiritual daripada keperluan emosi, sosial dan fizikal, alhamdulillah. Dengarkan keluhan mereka:
Student 1: "The thing that could make myself feel complete: Trying to find myself and trying to find the purpose of me existing in this world"
Student 2: "I will be miserable one if I can't wake up early in the morning for subuh prayer at mosque. I always wake up late and need to pray alone in my room"
Student 3: "If I miss one pray, my mind is like mess. I cannot think, eat or smile properly. I feel very guilty and will very uncomfortable. One day, I went out and I miss to pray. Then I feel very uncomfortable"
Allah telah menganugerahkan kita dengan kekuatan fizikal, keindahan bentuk dan rupa,kematangan berfikir dan semangat yang bergelora. Allah turut menyediakan kita dua jalan supaya kita bebas membuat pilihan, salah satu daripada dua jalan: jalan kebaikan & kedamaian atau jalan keburukan & kerosakan. Allah tidak pernah menzalimi hamba-hambaNya. Kita lah yang menzalimi diri kita sendiri.
Semoga Allah pimpin setiap tindakan kita dan menggolongkan kita di antara mereka yang sentiasa melakukan kebaikan dan tidak melalaikan usia, amin.
Allahu 'alam. Sekadar berkongsi fikiran, semoga bermanfaat.
Dalam ekonomi, konsep ini dikenali sebagai "kos melepas" - "Opportunity cost":The cost of an opportunity forgone (and the loss of the benefits that could be received from that opportunity); the most valuable forgone alternative.
Dalam profesion perguruan juga ada kos melepas, pilihan juga di tangan kita. Untuk menjadi guru "Touch & Go" tanpa kepedulian atau menjadi seorang pendidik "pakar" (penaziran berdasarkan pertanggungjawaban / "accountability")dan terdidik dengan profesion yang kita cintai ini.
Gejala sosial yang melanda masyarakat kita khususnya di kalangan remaja cukup meruncing dan merunsingkan. Gejala pergaulan bebas, sumbang mahram, penzinaan, kes pembuangan bayi, kes pembunuhan akibat tekanan jiwa dan penyakit mental dan segala macam lagi. Berapa ramai di antara mereka yang merupakan pelajar IPT / kolej? Mereka yang berpengetahuan tinggi tetapi tidak terdidik dengan ilmu yang dimiliki. Punca utama ialah kurang mendalami Islam, tidak merasa bangga(Izzah) dan mulia dengan Islam, kecewa dan putus asa dengan peristiwa yang berlaku dalam dunia Islam...
Masa kan Allah biarkan kita begitu sahaja...umat yang diturunkan dengan ayat "iqra'- bacalah.."...yang diuji dengan pelbagai musibah...sungguh tidak masuk akal, jika umat ini digolongkan umat yang paling mundur dari segi ilmu dan pendidikan...
Besar peranan kita, sebagai pendidik dan bakal pendidik, kita harus sedar dan bersungguh-sungguh dalam membentuk generasi "PEMUDA YANG PEKA ZAMAN" - anak didik yang mengerti akan hala tuju kehidupan, sedar tentang adanya sistem pembalasan yang mutlak, wujudnya kehidupan akhirat, terdididk dengan pengawasan Allah dalam setiap detik kehidupan, menjadikan Islam sebagai satu-satunya cara hidup, mengamalkan ajaran Islam dalam semua aspek kehidupan-konsep ibadah yang komprehensif...
"...Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu, dan Aku telah redakan Islam itu menjadi agama untuk kamu..." (Al-Maidah:3)
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit" (Taha: 124)
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"
(Adz- Dzariyat: 56)
"Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam" (Al-an'am:162)
"Maka sesiapa berbuat kebajikan seberat zarah, nescaya akan dilihatnya (dalam surat amalnya)!
Dan sesiapa berbuat kejahatan seberat zarah, nescaya akan dilihatnya (dalam surat amalnya)!"
(Az-Zalzalah: 7-8)
"Patuhilah (seruan) Rabb-mu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu)" (Asy-Syura:47)
Daripada tinjauan rambang / survey yang saya lakukan ke atas 26 orang pelajar program persediaan ijazah sarjana muda perguruan: menulis perkara utama yang sentiasa bermain di kotak fikiran mereka, tanpa menyelesaikannya mereka tidak sejahtera...(identiti mereka tidak dicatatkan).
23 orang pelajar mencatatkan perkara tentang penting nya motivasi daripada famili, teman wanita/lelaki, kejayaan dalam pembelajaran, keperluan asas yang mesti dipenuhi seperti makan-minum, mandi...hanya tiga orang pelajar yang mengutamakan keperluan spiritual daripada keperluan emosi, sosial dan fizikal, alhamdulillah. Dengarkan keluhan mereka:
Student 1: "The thing that could make myself feel complete: Trying to find myself and trying to find the purpose of me existing in this world"
Student 2: "I will be miserable one if I can't wake up early in the morning for subuh prayer at mosque. I always wake up late and need to pray alone in my room"
Student 3: "If I miss one pray, my mind is like mess. I cannot think, eat or smile properly. I feel very guilty and will very uncomfortable. One day, I went out and I miss to pray. Then I feel very uncomfortable"
Allah telah menganugerahkan kita dengan kekuatan fizikal, keindahan bentuk dan rupa,kematangan berfikir dan semangat yang bergelora. Allah turut menyediakan kita dua jalan supaya kita bebas membuat pilihan, salah satu daripada dua jalan: jalan kebaikan & kedamaian atau jalan keburukan & kerosakan. Allah tidak pernah menzalimi hamba-hambaNya. Kita lah yang menzalimi diri kita sendiri.
Semoga Allah pimpin setiap tindakan kita dan menggolongkan kita di antara mereka yang sentiasa melakukan kebaikan dan tidak melalaikan usia, amin.
Allahu 'alam. Sekadar berkongsi fikiran, semoga bermanfaat.
Thursday, 22 July 2010
They are back...after 10 years...
In this photo: Zairul Huda, Azmalia Ahmad Yaakub, Kamarudin Matarsad (photos), Khadijah Zainal Abidin, Zulkifli Zainon (photos), Norhayati Sidek (photos), Razma Ramli (photos), Lydealova Rusl, Norayu Nordin (photos)
Azmalia Ahmad Yaakub: x nmpk la jah.. kelam cm duk kt asap.. hehe. neway miss evrybody here..
Khadijah Zainal Abidin: aha la.. kureng sikit.. hehe.. tp sgt rindu semue..
Mohd Faizal: kelam je gambo ni
Razma Ramli: haha,selenga jer muka aku
rindunyer n gan cikgu nasir dan karipapnyer,ahaks
Azmalia Ahmad Yaakub: ade lg satu razma fav word dia. mimos ke ape ntah.. x igt dh aku.. lbh kurang gtu la bunyinye..
Zulkifli Zainon: aku lak rindu kt cikgu yati... haha...
Azmalia Ahmad Yaakub: cikgu yati ade fb la weh.. try je type norhayati sidek. membe aku ade add dia.
Zulkifli Zainon: ko add pastu ko tag gambo nie kat die..tnye la, cikgu dah kawen ke?..hehehe..
Azmalia Ahmad Yaakub: hahaha.. x mo la aku. TAKOOTTTTTT.. ekekeke
Mohd Faizal: takut per lia...ko bkn sk ker kalau dia ngajar
Kamarudin Matarsad: zairul ko best la bergambar sambil duduk..kiteorg bergambar berdiri..mana aci..
oh..cikgu sabariah...hehehe
Khadijah Zainal Abidin: wei ape bezanye duduk ngan berdiri.. semue kene panas gak kan.. haha.. chup!! nak tny cikgu chinese 2 ajar subjek ape ek, x ingat lak aku..
Norayu Nordin: hai kekawan sume..rindu r kat korang..teringat masa zaman sekolah dulu..huhu..harap sumenye dah berjaya skrg ek..
Kamarudin Matarsad: cikgu cina tu ajar moral la..xkn ngajar ekonomi umah tangga kot...
Razma Ramli: tul la lia...mimos atau pun mickey mouse...lupa da aku...
Razma Ramli: zairul msti la kena duduk,dia kn pen ketua ting...siapa la kite nk duk kt sblh cikgu...ahaks
Ezra Hana Jerra Adenan: kawan2 : nape kite xder?? hmmmm..
Khadijah Zainal Abidin: erm.. baru prasan ezra x ade.. ezra x dtg skolah kut time ni..
Razma Ramli: aah la...ko mc kot ezra...rugii2...hehe
Nurredha Nurushida: rindunya aku kat korang semua..
Kamarudin Matarsad: gambar kabur,kemachoan aku tenggelam...
Razma Ramli: mmg macho...tp dr blkg la din...dari dpn hancor....haha
Khadijah Zainal Abidin: hehe.. xpe2 nti i scan lain la.. huhuhu.. spy semue nmpak macho.. ahaks!!
Razma Ramli: tmasuk yg pompuan ke jah....alahai seramnyer kalo sumer pn macho...
Norayu Nordin: ha'a la kt pun seram gak kalo sumenye macho..nnt x kenal lak mana satu lelaki mana satu pompuan..hehehe..gurau je..
Nadiya Abraham: huhuhuhuhu...ni kelas pe....kelas org² pandai...huhuhhuuhuu....
Razma Ramli: xberapa nk pndai sgt la nadiya...suam2 kuku jer hehe
kelas 5T1
Nadiya Abraham: Pandai jugak la tu Razma...nak bandingkan dgn kelas 5K1 tu...hahahahaha...
Razma Ramli: korang pndai bersajak....kitorg xpndai...hehe
ko ktner skrg nadiya?lm gler xjmpa...kt ipoh pn xprnh tserempak ekkk
Nadiya Abraham: Hahahaha...kitorang pandai bersajak?? wakakakakaka!! tegelak besar aku razma....takde maknanye pandai bersajak...aku kat kl skarg ni...tu r pasal...ko pun nampak len sgt without spek mata ko tu...heheheh...aku pas mak aku meninggal tu...aku trus move to kl... sampai la skrg ni...dh 7 years dah...hehehe...ko lak ktner??
Razma Ramli: ooo...patut la xprnh jmpa kat ipoh...aku da dkt 9 thn stay kat png...masa blaja smpi da keje pn kt cni gk...lum ada plan nk move ke mn2..
lain ek...hehe sm jer kot
Nadiya Abraham: Wah...lagi jauh....tunang aku slalu la trun sne...outstation...huhuhhu...sama je?? len la razma...aku tgk ko len skarg ni...maybe bcoz dh lama sgt x jumpa kot...huhuuh...hmmm...ko dok dgn fmly ke kat sne??
Razma Ramli: xla nadiya...aku sgt independant kt cni...seorg dara jer.,.hehe
oooo... ko da 2nang ek.bla nk berlangsung?
Norhayati Sidek: Ooooooooooh...ni kerja wak semua ya! hahahah...Love & miss you all too. Alhamdulillah, saya belum kahwin...masih enjoy every single moment of my single life. Usah lupa beritahu saya kalau ada yang nak kahwin...paling tidak saya doakan dari jauh...TQ atas ingatan semua
azma Ramli: hehehe...kantoi....
cikgu yati da sporting skrg...insyaallah cikgu yg mn yg lum kawin ni kalo ada jdoh cikgu la tetamu vvip yg akan djemput...
Azmalia Ahmad Yaakub: erkk.. jgn marah ckgu yati. hehe.. anyway happy to meet u again. wpun sekadar dlm fb.
Norhayati Sidek: Sikit pun tak marah...seronok lagi ada...terhibur dengan celoteh awak semua. TQ azmalia
Nadiya Abraham: Eh...cikgu yati....lamanye dah xjumpa....hehehe...kitorg mcmnila cikgu...nak jumpa masing² dah entah kemana....sorg utara...sorg selatan....mcm khadijah ni ter-ke pantai timur lak dia....huhuhuh...anyway....saya insyaallah bulan april next year....sure saya takkan lupa kat cikgu punya....nti apa² saya akan update....hehehe...
Norhayati Sidek: Weh...ini bagus-bagus punya cerita dari fb...tak lama lagi saya di kelilingi cucunda lah nampaknya...seronoknya & alhamdulillah..tahniah nadiya
Azmalia Ahmad Yaakub: x nmpk la jah.. kelam cm duk kt asap.. hehe. neway miss evrybody here..
Khadijah Zainal Abidin: aha la.. kureng sikit.. hehe.. tp sgt rindu semue..
Mohd Faizal: kelam je gambo ni
Razma Ramli: haha,selenga jer muka aku
rindunyer n gan cikgu nasir dan karipapnyer,ahaks
Azmalia Ahmad Yaakub: ade lg satu razma fav word dia. mimos ke ape ntah.. x igt dh aku.. lbh kurang gtu la bunyinye..
Zulkifli Zainon: aku lak rindu kt cikgu yati... haha...
Azmalia Ahmad Yaakub: cikgu yati ade fb la weh.. try je type norhayati sidek. membe aku ade add dia.
Zulkifli Zainon: ko add pastu ko tag gambo nie kat die..tnye la, cikgu dah kawen ke?..hehehe..
Azmalia Ahmad Yaakub: hahaha.. x mo la aku. TAKOOTTTTTT.. ekekeke
Mohd Faizal: takut per lia...ko bkn sk ker kalau dia ngajar
Kamarudin Matarsad: zairul ko best la bergambar sambil duduk..kiteorg bergambar berdiri..mana aci..
oh..cikgu sabariah...hehehe
Khadijah Zainal Abidin: wei ape bezanye duduk ngan berdiri.. semue kene panas gak kan.. haha.. chup!! nak tny cikgu chinese 2 ajar subjek ape ek, x ingat lak aku..
Norayu Nordin: hai kekawan sume..rindu r kat korang..teringat masa zaman sekolah dulu..huhu..harap sumenye dah berjaya skrg ek..
Kamarudin Matarsad: cikgu cina tu ajar moral la..xkn ngajar ekonomi umah tangga kot...
Razma Ramli: tul la lia...mimos atau pun mickey mouse...lupa da aku...
Razma Ramli: zairul msti la kena duduk,dia kn pen ketua ting...siapa la kite nk duk kt sblh cikgu...ahaks
Ezra Hana Jerra Adenan: kawan2 : nape kite xder?? hmmmm..
Khadijah Zainal Abidin: erm.. baru prasan ezra x ade.. ezra x dtg skolah kut time ni..
Razma Ramli: aah la...ko mc kot ezra...rugii2...hehe
Nurredha Nurushida: rindunya aku kat korang semua..
Kamarudin Matarsad: gambar kabur,kemachoan aku tenggelam...
Razma Ramli: mmg macho...tp dr blkg la din...dari dpn hancor....haha
Khadijah Zainal Abidin: hehe.. xpe2 nti i scan lain la.. huhuhu.. spy semue nmpak macho.. ahaks!!
Razma Ramli: tmasuk yg pompuan ke jah....alahai seramnyer kalo sumer pn macho...
Norayu Nordin: ha'a la kt pun seram gak kalo sumenye macho..nnt x kenal lak mana satu lelaki mana satu pompuan..hehehe..gurau je..
Nadiya Abraham: huhuhuhuhu...ni kelas pe....kelas org² pandai...huhuhhuuhuu....
Razma Ramli: xberapa nk pndai sgt la nadiya...suam2 kuku jer hehe
kelas 5T1
Nadiya Abraham: Pandai jugak la tu Razma...nak bandingkan dgn kelas 5K1 tu...hahahahaha...
Razma Ramli: korang pndai bersajak....kitorg xpndai...hehe
ko ktner skrg nadiya?lm gler xjmpa...kt ipoh pn xprnh tserempak ekkk
Nadiya Abraham: Hahahaha...kitorang pandai bersajak?? wakakakakaka!! tegelak besar aku razma....takde maknanye pandai bersajak...aku kat kl skarg ni...tu r pasal...ko pun nampak len sgt without spek mata ko tu...heheheh...aku pas mak aku meninggal tu...aku trus move to kl... sampai la skrg ni...dh 7 years dah...hehehe...ko lak ktner??
Razma Ramli: ooo...patut la xprnh jmpa kat ipoh...aku da dkt 9 thn stay kat png...masa blaja smpi da keje pn kt cni gk...lum ada plan nk move ke mn2..
lain ek...hehe sm jer kot
Nadiya Abraham: Wah...lagi jauh....tunang aku slalu la trun sne...outstation...huhuhhu...sama je?? len la razma...aku tgk ko len skarg ni...maybe bcoz dh lama sgt x jumpa kot...huhuuh...hmmm...ko dok dgn fmly ke kat sne??
Razma Ramli: xla nadiya...aku sgt independant kt cni...seorg dara jer.,.hehe
oooo... ko da 2nang ek.bla nk berlangsung?
Norhayati Sidek: Ooooooooooh...ni kerja wak semua ya! hahahah...Love & miss you all too. Alhamdulillah, saya belum kahwin...masih enjoy every single moment of my single life. Usah lupa beritahu saya kalau ada yang nak kahwin...paling tidak saya doakan dari jauh...TQ atas ingatan semua
azma Ramli: hehehe...kantoi....
cikgu yati da sporting skrg...insyaallah cikgu yg mn yg lum kawin ni kalo ada jdoh cikgu la tetamu vvip yg akan djemput...
Azmalia Ahmad Yaakub: erkk.. jgn marah ckgu yati. hehe.. anyway happy to meet u again. wpun sekadar dlm fb.
Norhayati Sidek: Sikit pun tak marah...seronok lagi ada...terhibur dengan celoteh awak semua. TQ azmalia
Nadiya Abraham: Eh...cikgu yati....lamanye dah xjumpa....hehehe...kitorg mcmnila cikgu...nak jumpa masing² dah entah kemana....sorg utara...sorg selatan....mcm khadijah ni ter-ke pantai timur lak dia....huhuhuh...anyway....saya insyaallah bulan april next year....sure saya takkan lupa kat cikgu punya....nti apa² saya akan update....hehehe...
Norhayati Sidek: Weh...ini bagus-bagus punya cerita dari fb...tak lama lagi saya di kelilingi cucunda lah nampaknya...seronoknya & alhamdulillah..tahniah nadiya
Saturday, 10 July 2010
"THE MAN WHO THINKS HE CAN"
Semester kedua bagi tahun akademik 2010 ini, saya diamanahkan lagi untuk mengajar subjek generik: "Thinking Skills" kepada tiga kumpulan pelajar baru bagi program persediaan Ijazah Sarjana Muda Perguruan (PPISMP), TESL. Perbincangan dalam kuliah pertama saya pagi tadi untuk unit K13, berdasarkan puisi Inggeris terbaik pada satu ketika dulu yang bertajuk "THE MAN WHO THINKS HE CAN". Berlaku perbezaan pandangan terhadap satu isu yang membuatkan saya meminta pelajar untuk mengundi. Jumlah pelajar ialah 20 orang, 18 setuju, seorang tidak setuju dan setelah tiga kali saya mohon pelajar mengulangi undian, jumlah yang mengangkat tangan tetap 19. Akhirnya pelajar-pelajar unit tersebut memperkenalkan kepada saya rakan mereka, Nor Umairah yang cacat kedua tangan nya. Saya jadi terkedu seketika. Nor Umairah kelihatan normal berbaju kurung tetapi tangan nya tidak kelihatan apabila dia memperlihatkan lengan bajunya. Saya pun bertanya kepada kelas, siapakah yang membantu Nor Umairah mengambil nota? Mereka menjawab persoalan saya sambil disambut dengan senyuman manis daripada Nor Umairah yang sedang menulis dengan jari kakinya. MasyaAllah, tidak lah Allah jadikan sesuatu itu dengan sia-sia. Terus saya fokus pada Nor Umairah dan berseru, "Nor Umairah, anda merupakan pelajar yang memiliki kelainan upaya, OKU-orang kelainan upaya, yang kekurangan anggota fizikal tetapi cerdas mental"
Maha suci Allah..."Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman:13)
"THE MAN WHO THINKS HE CAN"
by Walter D. Wintle
If you think you are beaten, you are;
If you think you dare not, you don't.
If you'd like to win, but think you can't
It's almost a cinch you won't.
If you think you'll lose, you've lost,
For out in the world we find
Success beings with a fellow's will;
It's all in the state of mind.
If you think you're outclassed, you are:
You've got to think high to rise.
You've got to be sure of yourself before
You can ever win a prize.
Life's battles don't always go
To the stronger or faster man,
But soon or late the man who wins
Is the man who thinks he can.
Allahu 'alam, moga bermanfaat.
Posted by CastStory2008 at 11:06 0 comment
Maha suci Allah..."Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman:13)
"THE MAN WHO THINKS HE CAN"
by Walter D. Wintle
If you think you are beaten, you are;
If you think you dare not, you don't.
If you'd like to win, but think you can't
It's almost a cinch you won't.
If you think you'll lose, you've lost,
For out in the world we find
Success beings with a fellow's will;
It's all in the state of mind.
If you think you're outclassed, you are:
You've got to think high to rise.
You've got to be sure of yourself before
You can ever win a prize.
Life's battles don't always go
To the stronger or faster man,
But soon or late the man who wins
Is the man who thinks he can.
Allahu 'alam, moga bermanfaat.
Posted by CastStory2008 at 11:06 0 comment
Tuesday, 8 June 2010
Universiti Warwick menggamit...
Bahang panas pada 2 hb Jun 2010 di luar Pusat Sumber ini sungguh menyenggat sekali. Seperti bahangnya semangat anti Israel di sanubari penganut agama Islam di seluruh dunia ketika ini. Teruskan usaha bantuan dalam bentuk kewangan dan doa kita untuk warga Gaza dan saudara seIslam kita lain yang tertindas. Hanya jiwa yang sensitif sahaja akan merasakan kesengsaraan dan memahami perjuangan mereka yang dizalimi.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ مُعَاذاً إِلَى الْيَمَنِ وَقَالَ لَهُ : "اِتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ ، فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ".
Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW telah mengutus Mu’adz ke Yaman dan Beliau berkata kepadanya : "Takutlah kamu akan doa seorang yang terzalimi, karena doa tersebut tidak adah hijab (penghalang) diantara dia dengan Allah". (H.R. Bukhari dan Muslim)
"ثَلاَثَةٌ لاَ تُرُدُّ دَعْوَتُهُمْ : اَلصَّائِمُ حِيْنَ يُفْطِرُ، وَاْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ يَرْفَعُهَا اللهُ فَوْقَ الْغَمَامِ، وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ، وَيَقُوْلُ لَهَا الرَّبُّ : وَعِزَّتِيْ وَجَلاَلِيْ َلأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِيْنٍ".
“Ada tiga orang yang doanya tidak akan tertolak : “Orang yang berpuasa hingga dia berbuka, pemimpin yang adil dan doa orang yang terzalimi, Allah akan angkat doa-doa tersebut di atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit, kemudian Allah berfirman : “Demi keperkasaan-Ku dan keagungan-Ku, Aku pasti akan tolong kamu walau pun setelah melalui suatu masa“. (H.R. Ahmad)
Dalam satu aspek, warga Gaza sungguh bertuah, peluang terbuka luas untuk menghidu haruman syurga sebagai syuhada'. Mereka merupakan insan-insan yang terpilih untuk melalui keperitan hidup dalam keadaan serba kekurangan dan ketakutan peperangan dalam setiap detik. Berjuang memerangi musuh-musuh Allah merupakan tingkat jihad yang paling tinggi.
Sabda Rasulullah SAW:
"Barang siapa yang bercita-cita mati syahid kerana Allah SWT, nescaya akan diletakkan oleh Allah SWT kedudukannya di tempat para syuhada sekalipun dia mati di atas tempat tidurnya."
(Muslim,Abu Daud,Tarmizi Nasai, dan Ibnu Majah)
Oleh itu, setiap orang mestilah bercita-cita untuk mati syahid walau pun dia tidak berpeluang berada di medan pertempuran tapi amalan serta kebaikannya sungguh tinggi nilai nya di sisi Allah. "Isy kariman au mut syahidan", hiduplah mulia atau mati syahid!.
Menuntut ilmu yang diperlukan dalam membantu kebangkitan Islam dan mengisi kemenangan juga merupakan jihad dan dikenali sebagai jihad ta'alim. Para pelajar yang menuntut ilmu dengan niat yang murni dan ikhlas, meredah setiap kepayahan proses pembelajaran, bersumber pembiayaan yang halal dan mengguna pakai segala macam pendekatan yang Allah redhai untuk meraih kecemerlangan khususnya dalam ilmu fardhu dan bidang akademik am nya, juga sedang berjihad. Di bulan September 2010 ini, akan berangkatlah kohort kedua, pelajar B.Ed TESL (Teaching English as a second language) ke University of Warwick, England, United Kingdom untuk meneruskan pengajian mereka. Para pelajar ini telah melalui kursus persediaan selama empat semester di Institut Pendidikan Guru, Kampus Ipoh,dengan sempurna. Sepanjang pengajian mereka di sini, Ulu Kinta (juga UK), empat orang daripada mereka telah bersama-sama saya dalam penerusan "study circle" mingguan.
Fatin, Farah, Deeba dan Atiqah, mereka bagaikan anak-anak saya. Seboleh mungkin setiap kebajikan mereka saya ketahui dan berusaha untuk memastikan keselesaan mereka di IPG Ipoh. Tautan hati-hati kami bertambah erat sejak tahun 2008. Terikatan kukuh yang terjalin atas dasar keimanan, dengan keizinan dan restu Allah jua, amin. Mereka turut menemani saya, menceriakan hari-hari saya dengan telatah, karenah dan gurau senda mereka. Mereka memanggil saya "miss". Hormat mereka kepada saya tidak menghalang hubungan rapat kami sebagai "sahabat". Mereka banyak mengajar saya tentang alam remaja. Cara remaja berfikir, kesukaan remaja, pantang larang remaja dan tips-tips hebat untuk mendekati remaja. Apabila bersama mereka, saya rasa "rejuvenate", berjiwa remaja dan terkekeh bersama mendengarkan cerita-cerita lucu yang tidak berpenghujung. Setiap seorang daripada mereka memiliki keunikan masing-masing, personaliti mereka berbeza tapi mempunyai persamaan yang sungguh menarik dan mengharukan saya: keinginan mereka yang tinggi terhadap kebaikan, keinginan luar biasa untuk menimba dan memperbaharui ilmu serta berlapang dada untuk mencuba sesuatu kemahiran yang baru. Sebagai individu dewasa, saya lebih banyak memerhati, menasihati, menegur dan melayani keperluan keremajaan mereka di peluang-peluang yang ada,menurut keupayaan dan kemampuan saya yang terbatas. Semoga Allah terima segalanya sebagai ibadah dan amal jariah kami, amin.
Berada di perantauan jauh beribu kilometer daripada ibu-ayah dan saudara mara, hanya di kelilingi "senior", para pelajar "post graduate" serta keluarga mereka, dan kelompok warga negara asing yang serumpun serta berlainan budaya, menjadikan hidup lebih mencabar. Suasana kehidupan di England, iklimnya, gaya bahasanya, budayanya, pemakanannya, jauh berbeza dengan cara hidup di Malaysia. Keadaan itu menuntut kita untuk menyesuaikan diri secepat yang mungkin. Penyesuaian diri tidak bermaksud diri kita perlu berubah dan bertolak ansur dalam semua perkara. Sebagai seorang pelajar yang berpendidikan tinggi dan berprinsip, kita harus bijak melakukan penilaian dan membuat keputusan yang tepat, berasaskan Al Qur'an dan As Sunnah. Ketika itu nanti, saudara kita seIslam walau apa pun latar belakang mereka, tanpa ada sebarang pertalian darah dengan kita, tanpa mengira kelompok etnik dan bangsa, mereka adalah saudara kita seagama belaka. Manakala rakan-rakan yang bukan seagama adalah saudara kita seketurunan, bani Adam belaka. Semuanya, kita perlu santuni dengan baik.
Pesanan saya kepada Fatin, Farah, Deeba dan Atiqah yang amat saya kasihi,
01. Hati-hati memilih kawan:
Mereka mencerminkan keperibadian kita, berkawan biar lah hingga ke Syurga, bukan sekadar mengisi ruang-ruang kosong kehidupan atau semasa mereka diperlukan sahaja. Berusaha lah agar kita diingati sebagai sahabat sejati dengan akhlak yang baik hingga ke akhir masa, InsyaAllah. Usah hanya berpuas hati dengan satu lingkungan rakan sahaja. Kenali dan hubungi semua. Kita akan jadi insan yang kaya raya walaupun belum memiliki harta berjuta.
03. Amalan dan ibadah jaga dengan rapi:
Dampingi orang-orang yang sentiasa inginkan kebaikan dan melakukan kebaikan. Gauli mereka yang berpengetahuan tinggi dan baik amalan nya. Jaga solat walau dalam apa keadaan sekali pun. Hatta terpaksa solat di tepi tangga, ketiadaan pakaian solat, kepayahan mengambil wudu'...semuanya itu, meningkatkan tahap kehambaan kita kepada Allah dan manisnya Iman, praktikal nya Islam sebagai "The Only Way Of Life". Usah sekali-kali gadaikan prinsip hanya kerana tindakan yang remeh temeh. Wanauzubillah.
04. Tips2 untuk belajar dengan efisen:
Manfaatkan masa cuti ini untuk memiliki kemahiran belajar atau setidak-tidaknya download sebanyak mungkin ebook dalam kategori ini. Termasuklah kemahiran memasak dan mengumpul petua-petua bonda dan mereka yang sewaktu dengannya.
05. Jaga batas-batas di mana juga berada:
Allah Maha Melihat dan Tidak pernah lupa walau sedetik. Bantu diri sendiri dan rakan-rakan. Sentiasa hidupkan roh surah Al Asr. Kita semua ingin cemelang di dunia dan di akhirat. Hanya restu dan cinta Allah yang kita cari dan bukan mengejar penghormatan manusia yang lemah seperti kita juga.
06. Mudah menghulurkan bantuan dalam pelbagai bentuk kepada sesiapa sahaja:
Sucikan dan ikhlaskan niat kita sebelum, semasa dan selepas sesuatu tindakan. Lakukan semata-mata untuk meraih keredhaan Allah. Bukan kerana persahabatan atau takut dipulau rakan dan seribu macam alasan yang lain. Jauhi segala keadaan yang berpotensi untuk merosakkan amalan kita.
Allahu 'alam. Sekadar berkongsi pengalaman untuk insan-insan yang saya kasihi, dalam perpisahan yang direlakan ini. Semoga Allah berkati persahabatan ini dan berkekalan hingga ke Jannah Mu, Ya Allah, amin Ya Rabb. Terima kasih dan mohon maaf zahir dan batin.
All the best wishes. May success is always be with you. May Allah Watch Over You Always, ameen.
Love always,
Miss Yatty Sidek
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ مُعَاذاً إِلَى الْيَمَنِ وَقَالَ لَهُ : "اِتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ ، فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ".
Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW telah mengutus Mu’adz ke Yaman dan Beliau berkata kepadanya : "Takutlah kamu akan doa seorang yang terzalimi, karena doa tersebut tidak adah hijab (penghalang) diantara dia dengan Allah". (H.R. Bukhari dan Muslim)
"ثَلاَثَةٌ لاَ تُرُدُّ دَعْوَتُهُمْ : اَلصَّائِمُ حِيْنَ يُفْطِرُ، وَاْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ يَرْفَعُهَا اللهُ فَوْقَ الْغَمَامِ، وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ، وَيَقُوْلُ لَهَا الرَّبُّ : وَعِزَّتِيْ وَجَلاَلِيْ َلأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِيْنٍ".
“Ada tiga orang yang doanya tidak akan tertolak : “Orang yang berpuasa hingga dia berbuka, pemimpin yang adil dan doa orang yang terzalimi, Allah akan angkat doa-doa tersebut di atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit, kemudian Allah berfirman : “Demi keperkasaan-Ku dan keagungan-Ku, Aku pasti akan tolong kamu walau pun setelah melalui suatu masa“. (H.R. Ahmad)
Dalam satu aspek, warga Gaza sungguh bertuah, peluang terbuka luas untuk menghidu haruman syurga sebagai syuhada'. Mereka merupakan insan-insan yang terpilih untuk melalui keperitan hidup dalam keadaan serba kekurangan dan ketakutan peperangan dalam setiap detik. Berjuang memerangi musuh-musuh Allah merupakan tingkat jihad yang paling tinggi.
Sabda Rasulullah SAW:
"Barang siapa yang bercita-cita mati syahid kerana Allah SWT, nescaya akan diletakkan oleh Allah SWT kedudukannya di tempat para syuhada sekalipun dia mati di atas tempat tidurnya."
(Muslim,Abu Daud,Tarmizi Nasai, dan Ibnu Majah)
Oleh itu, setiap orang mestilah bercita-cita untuk mati syahid walau pun dia tidak berpeluang berada di medan pertempuran tapi amalan serta kebaikannya sungguh tinggi nilai nya di sisi Allah. "Isy kariman au mut syahidan", hiduplah mulia atau mati syahid!.
Menuntut ilmu yang diperlukan dalam membantu kebangkitan Islam dan mengisi kemenangan juga merupakan jihad dan dikenali sebagai jihad ta'alim. Para pelajar yang menuntut ilmu dengan niat yang murni dan ikhlas, meredah setiap kepayahan proses pembelajaran, bersumber pembiayaan yang halal dan mengguna pakai segala macam pendekatan yang Allah redhai untuk meraih kecemerlangan khususnya dalam ilmu fardhu dan bidang akademik am nya, juga sedang berjihad. Di bulan September 2010 ini, akan berangkatlah kohort kedua, pelajar B.Ed TESL (Teaching English as a second language) ke University of Warwick, England, United Kingdom untuk meneruskan pengajian mereka. Para pelajar ini telah melalui kursus persediaan selama empat semester di Institut Pendidikan Guru, Kampus Ipoh,dengan sempurna. Sepanjang pengajian mereka di sini, Ulu Kinta (juga UK), empat orang daripada mereka telah bersama-sama saya dalam penerusan "study circle" mingguan.
Fatin, Farah, Deeba dan Atiqah, mereka bagaikan anak-anak saya. Seboleh mungkin setiap kebajikan mereka saya ketahui dan berusaha untuk memastikan keselesaan mereka di IPG Ipoh. Tautan hati-hati kami bertambah erat sejak tahun 2008. Terikatan kukuh yang terjalin atas dasar keimanan, dengan keizinan dan restu Allah jua, amin. Mereka turut menemani saya, menceriakan hari-hari saya dengan telatah, karenah dan gurau senda mereka. Mereka memanggil saya "miss". Hormat mereka kepada saya tidak menghalang hubungan rapat kami sebagai "sahabat". Mereka banyak mengajar saya tentang alam remaja. Cara remaja berfikir, kesukaan remaja, pantang larang remaja dan tips-tips hebat untuk mendekati remaja. Apabila bersama mereka, saya rasa "rejuvenate", berjiwa remaja dan terkekeh bersama mendengarkan cerita-cerita lucu yang tidak berpenghujung. Setiap seorang daripada mereka memiliki keunikan masing-masing, personaliti mereka berbeza tapi mempunyai persamaan yang sungguh menarik dan mengharukan saya: keinginan mereka yang tinggi terhadap kebaikan, keinginan luar biasa untuk menimba dan memperbaharui ilmu serta berlapang dada untuk mencuba sesuatu kemahiran yang baru. Sebagai individu dewasa, saya lebih banyak memerhati, menasihati, menegur dan melayani keperluan keremajaan mereka di peluang-peluang yang ada,menurut keupayaan dan kemampuan saya yang terbatas. Semoga Allah terima segalanya sebagai ibadah dan amal jariah kami, amin.
Berada di perantauan jauh beribu kilometer daripada ibu-ayah dan saudara mara, hanya di kelilingi "senior", para pelajar "post graduate" serta keluarga mereka, dan kelompok warga negara asing yang serumpun serta berlainan budaya, menjadikan hidup lebih mencabar. Suasana kehidupan di England, iklimnya, gaya bahasanya, budayanya, pemakanannya, jauh berbeza dengan cara hidup di Malaysia. Keadaan itu menuntut kita untuk menyesuaikan diri secepat yang mungkin. Penyesuaian diri tidak bermaksud diri kita perlu berubah dan bertolak ansur dalam semua perkara. Sebagai seorang pelajar yang berpendidikan tinggi dan berprinsip, kita harus bijak melakukan penilaian dan membuat keputusan yang tepat, berasaskan Al Qur'an dan As Sunnah. Ketika itu nanti, saudara kita seIslam walau apa pun latar belakang mereka, tanpa ada sebarang pertalian darah dengan kita, tanpa mengira kelompok etnik dan bangsa, mereka adalah saudara kita seagama belaka. Manakala rakan-rakan yang bukan seagama adalah saudara kita seketurunan, bani Adam belaka. Semuanya, kita perlu santuni dengan baik.
Pesanan saya kepada Fatin, Farah, Deeba dan Atiqah yang amat saya kasihi,
01. Hati-hati memilih kawan:
Mereka mencerminkan keperibadian kita, berkawan biar lah hingga ke Syurga, bukan sekadar mengisi ruang-ruang kosong kehidupan atau semasa mereka diperlukan sahaja. Berusaha lah agar kita diingati sebagai sahabat sejati dengan akhlak yang baik hingga ke akhir masa, InsyaAllah. Usah hanya berpuas hati dengan satu lingkungan rakan sahaja. Kenali dan hubungi semua. Kita akan jadi insan yang kaya raya walaupun belum memiliki harta berjuta.
03. Amalan dan ibadah jaga dengan rapi:
Dampingi orang-orang yang sentiasa inginkan kebaikan dan melakukan kebaikan. Gauli mereka yang berpengetahuan tinggi dan baik amalan nya. Jaga solat walau dalam apa keadaan sekali pun. Hatta terpaksa solat di tepi tangga, ketiadaan pakaian solat, kepayahan mengambil wudu'...semuanya itu, meningkatkan tahap kehambaan kita kepada Allah dan manisnya Iman, praktikal nya Islam sebagai "The Only Way Of Life". Usah sekali-kali gadaikan prinsip hanya kerana tindakan yang remeh temeh. Wanauzubillah.
04. Tips2 untuk belajar dengan efisen:
Manfaatkan masa cuti ini untuk memiliki kemahiran belajar atau setidak-tidaknya download sebanyak mungkin ebook dalam kategori ini. Termasuklah kemahiran memasak dan mengumpul petua-petua bonda dan mereka yang sewaktu dengannya.
05. Jaga batas-batas di mana juga berada:
Allah Maha Melihat dan Tidak pernah lupa walau sedetik. Bantu diri sendiri dan rakan-rakan. Sentiasa hidupkan roh surah Al Asr. Kita semua ingin cemelang di dunia dan di akhirat. Hanya restu dan cinta Allah yang kita cari dan bukan mengejar penghormatan manusia yang lemah seperti kita juga.
06. Mudah menghulurkan bantuan dalam pelbagai bentuk kepada sesiapa sahaja:
Sucikan dan ikhlaskan niat kita sebelum, semasa dan selepas sesuatu tindakan. Lakukan semata-mata untuk meraih keredhaan Allah. Bukan kerana persahabatan atau takut dipulau rakan dan seribu macam alasan yang lain. Jauhi segala keadaan yang berpotensi untuk merosakkan amalan kita.
Allahu 'alam. Sekadar berkongsi pengalaman untuk insan-insan yang saya kasihi, dalam perpisahan yang direlakan ini. Semoga Allah berkati persahabatan ini dan berkekalan hingga ke Jannah Mu, Ya Allah, amin Ya Rabb. Terima kasih dan mohon maaf zahir dan batin.
All the best wishes. May success is always be with you. May Allah Watch Over You Always, ameen.
Love always,
Miss Yatty Sidek
Thursday, 20 May 2010
Testimoni: Guru garang...sekarang garang lagi ke?
"dulu cikgu mmg la garang...sape yg xpenah kene dgn cikgu kan..huhuhu ala tp tu smue kenangan manis yg xmungkin kami lupe...sbb bg ezra cikgu adalah guru maths terbaik sbb cikgu suke bagi banyak jenis formula, n boleh pilih ikut kesesuaian diri...tu yg paling best tu..huhuh...cikgu sihat x? cikgu kat maner skrg? still mengajar?: Bekas Pelajar SMK Raja Chulan,1999-2000
Apa komen anda pula?
Apa komen anda pula?
Saturday, 15 May 2010
Wednesday, 5 May 2010
3S..."Syok Sesama Sendiri"
Dalam kesibukan serta mengejar masa di penghujung semester ini. para pelajar PISMP unit F5 dengan taat dan sabarnya telah bertungkus lumus menjayakan debat dan dua forum dalam aktiviti SS, "Syok Sendiri", Alhamdulillah. Penat, keseronokan dan aneka rasa melalui praktikum fasa satu selama sebulan masih lagi terasa. Sebelum praktikum pula, mereka digesa untuk melengkapkan laporan amali sains sebagai menyempurnakan kerja kursus berasaskan ilmu, KKBI. Sambil menyelam minum air, mujurlah mereka timbul untuk menceriakan keadaan. Beberapa siri perbincangan kumpulan dilakukan untuk mencari isi-isi penting debat, forum serta nota peperiksaan bagi memenuhi keperluan kursus mereka kali ini.
Ehsan,selaku pengerusi program,sehari suntuk "Energetics In Chemistry Day" dibantu oleh "miss cool" Aina dan disokong oleh barisan jawatankuasa kerja yang mantap. Sukar untuk menyebut peranan setiap individu kerana kecemerlangan diraih secara kolektif dan berpasukan. Mereka lah pihak pencadang, pihak pembangkang, para penonton yang nakal, pengacara yang anggun, penjaga masa yang setia, juru kamera yang mahir, ahli-ahli forum yang berketrampilan, moderator yang bersahaja, penempah juadah yang lazat, pereka backdrop dan penanda buku yang kreatif, dan pelbagai peranan lagi...itu lah yang dikatakan perasan sendiri. Yang penting, dalam kelelahan, mereka belajar "event management", pendedahan kaedah pembelajaran melalui debat dan forum, yang membanggakan ialah perlaksanan program dari awal hingga akhir dengan hampir sifar pergantungan dan "minimum consultation" dengan pensyarah. "Kemandirian Resipi Kecemerlangan".
Seperi mana yang ditekankan oleh Tuan Haji Lokman Hakim bin Ab Wahid, ketua Jabatan Sains dalam ucapan perasmian program bongsu dan gilang gemilang subjek "Chemistry is Fun" ini, unit F5 merupakan bakal graduan PISMP-IPGM Sains, IPG Kampus Ipoh, yang sulung semesti nya perlu menjadi contoh dan penanda aras kepada "junior" mereka di unit J (J14 dan J15).
Terima kasih Tuan Haji Lokman atas sokongan yang berterusan, tidak lupa kepada Miss Ho Wen Jye (pensyarah "Electrochemistry") yang sama-sama menjayakan program ini,Puan Roslin Noor Abdullah (Penyedia garis panduan debat), Encik Kao Thuan Keat dan Encik Ooi Beng Hean (Pengadil=pengadil bijaksana) dan wakil pelajar unit J15 dan J14 yang setia lagi "sporting".
Syabas dan tahniah sekali lagi kepada semua pelajar unit F5. Mission accomplished and job well done! Semoga segala usaha serta penat lelah kalian diberkati Allah dan terima sebagai ibadah, amin, Pulun habis juga untuk peperiksaan pada 24 Mei akan datang, didoakan anda semua berjaya dengan cemerlang untuk meneruskan perjuangan di semester hadapan, amin ya Rabb.
Sekian dulu dari Makcik Tom, Kampung Pisang...hehehe! Love each and everyone of you...All the best wishes in your examination. Real energetics and hectic semester in deed!
Bersama
*******
Lirik Lagu Nasyid | Devotees |
Kita pernah bersama
Menempuh onak dan duka
Tidak pernah putus asa
Walau dugaan datang melanda
Dikau pernah bertanya
Bila bahgia akan tiba
Ku berkata bersabarlah
Serahkan saja pada yang ESA
Bila masanya menjelma
Kebahgiaan akan tiba
Namun tidak mungkin ku lupa
Kenangan indah kita bersama
Menempuh onak cabaran
Dan liku hidup yang panjang
Tidak mungkin hidup ini sepi
Selagi ku masih di sini
Kita pernah bersama
Menempuh onak dan duka
Tidak pernah putus asa
Walau dugaan datang melanda
Bila masanya menjelma
Kebahgiaan akan tiba
Namun tidak mungkin ku lupa
Kenangan indah kita bersama
Menempuh onak cabaran
Dan liku hidup yang panjang
Tidak mungkin hidup ini sepi
Selagi ku masih di sini
Kini terungkai sudah
kisah hidup kita
Berbekal taat dan sabar
Pastikan berjaya
Ehsan,selaku pengerusi program,sehari suntuk "Energetics In Chemistry Day" dibantu oleh "miss cool" Aina dan disokong oleh barisan jawatankuasa kerja yang mantap. Sukar untuk menyebut peranan setiap individu kerana kecemerlangan diraih secara kolektif dan berpasukan. Mereka lah pihak pencadang, pihak pembangkang, para penonton yang nakal, pengacara yang anggun, penjaga masa yang setia, juru kamera yang mahir, ahli-ahli forum yang berketrampilan, moderator yang bersahaja, penempah juadah yang lazat, pereka backdrop dan penanda buku yang kreatif, dan pelbagai peranan lagi...itu lah yang dikatakan perasan sendiri. Yang penting, dalam kelelahan, mereka belajar "event management", pendedahan kaedah pembelajaran melalui debat dan forum, yang membanggakan ialah perlaksanan program dari awal hingga akhir dengan hampir sifar pergantungan dan "minimum consultation" dengan pensyarah. "Kemandirian Resipi Kecemerlangan".
Seperi mana yang ditekankan oleh Tuan Haji Lokman Hakim bin Ab Wahid, ketua Jabatan Sains dalam ucapan perasmian program bongsu dan gilang gemilang subjek "Chemistry is Fun" ini, unit F5 merupakan bakal graduan PISMP-IPGM Sains, IPG Kampus Ipoh, yang sulung semesti nya perlu menjadi contoh dan penanda aras kepada "junior" mereka di unit J (J14 dan J15).
Terima kasih Tuan Haji Lokman atas sokongan yang berterusan, tidak lupa kepada Miss Ho Wen Jye (pensyarah "Electrochemistry") yang sama-sama menjayakan program ini,Puan Roslin Noor Abdullah (Penyedia garis panduan debat), Encik Kao Thuan Keat dan Encik Ooi Beng Hean (Pengadil=pengadil bijaksana) dan wakil pelajar unit J15 dan J14 yang setia lagi "sporting".
Syabas dan tahniah sekali lagi kepada semua pelajar unit F5. Mission accomplished and job well done! Semoga segala usaha serta penat lelah kalian diberkati Allah dan terima sebagai ibadah, amin, Pulun habis juga untuk peperiksaan pada 24 Mei akan datang, didoakan anda semua berjaya dengan cemerlang untuk meneruskan perjuangan di semester hadapan, amin ya Rabb.
Sekian dulu dari Makcik Tom, Kampung Pisang...hehehe! Love each and everyone of you...All the best wishes in your examination. Real energetics and hectic semester in deed!
Bersama
*******
Lirik Lagu Nasyid | Devotees |
Kita pernah bersama
Menempuh onak dan duka
Tidak pernah putus asa
Walau dugaan datang melanda
Dikau pernah bertanya
Bila bahgia akan tiba
Ku berkata bersabarlah
Serahkan saja pada yang ESA
Bila masanya menjelma
Kebahgiaan akan tiba
Namun tidak mungkin ku lupa
Kenangan indah kita bersama
Menempuh onak cabaran
Dan liku hidup yang panjang
Tidak mungkin hidup ini sepi
Selagi ku masih di sini
Kita pernah bersama
Menempuh onak dan duka
Tidak pernah putus asa
Walau dugaan datang melanda
Bila masanya menjelma
Kebahgiaan akan tiba
Namun tidak mungkin ku lupa
Kenangan indah kita bersama
Menempuh onak cabaran
Dan liku hidup yang panjang
Tidak mungkin hidup ini sepi
Selagi ku masih di sini
Kini terungkai sudah
kisah hidup kita
Berbekal taat dan sabar
Pastikan berjaya
Saturday, 13 March 2010
Profesional di sana sini...?
Semalan saya berpeluang untuk bersantai dengan sekumpulan pelajar remaja perempuan, Kolej Profesional Mara, Seri Iskandar di Taman Rekreasi Gunung Lang. Sambil menikmati kelazatan juadah yang dibawa dari rumah, merenung keindahan alam yang menakjubkan di sekitar tasik dan taman "Jepun", memuju-muji keagungan Allah dan kebijaksaan ciptaanNya, disusuli pula dengan hidangan ruhani yang tidak pernah dipinggirkan.
Peringatan bermula tentang berfikir secara berkesan, berfikir dengan kritis dan kreatif merupakan suatu ibadah dan sunnah (amalan) Rasulullah, aktiviti yang disulami dengan pelbagai persoalan untuk meningkatkan daya berfikir. Bertadabur yakni berfikir dan membuat refleksi, mendekati alam dengan rapat, memikirkan tentang proses kejadian manusia itu sendiri secara tidak langsung mengukuhkan hubungan akrab antara insan dengan Maha Pencipta nya. Hakikat kejadian kita diciptakan sebagai khalifah sebagai penerusan / pewaris tugas para nabi. Penceritaan di dalam Al Qur'an tentang Nabi Zakaria yang kerunsingan di usia lanjut kerana belum lagi dikurniakan zuriat, lantas baginda berdoa kepada Allah supaya dikurniakan anak. Bukan kerana malu dicemuh masyarakat sebab kemadulan tetapi bimbang kerana tiada peninggalan keturunan yang soleh wa musleh (Baik dan membaikkan orang lain / masyarakat sekeliling) juga peri penting nya barisan pelapis bagi penerusan tugas-tugas menyeru kepada Islam yang menjadi rahmat, penyelamat serta kesejahteraan kepada sekalian alam.
“Dan kami tidak mengutuskan engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh ‘alam. (Al-Anbiya’ - 107)
Kita semua adalah insan terpilih, istimewa dengan cara tersendiri dan daya kekuatan yang tinggi. Kita semua hasil daripada persenyawaan satu sperma yang terbaik dan kental daripada jutaan sperma ayah kita dengan benih terbaik daripada telur ibu kita. Sememangnya dari awal lagi, kita adalah pejuang, dipersiapkan dengan segala "faculties"/ pancaindera untuk meredah kepayahan serta mengatasi sebarang rintangan supaya mencapai matlamat hidup kita yang murni. Semoga Allah sentiasa membantu kita dan mengilhamkan kepada kita perkara-perkara yang terbaik bagi membolehkan kita bertindak,membuat keputusan dan menyelesaikan masalah kehidupan dengan tepat, amin.
Para pelajar saya di IPG Ipoh...unit F di semester 5, pengajian peringkat pensarjanaan Pendidikan Sains Rendah akan menjalani praktikum juga dikenali sebagai "amalan profesional perguruan", selama 4 minggu bermula 22 Mac 2010. Mereka akan berada di "medan Pertempuran" sebenar bukan lagi suasana simulasi (pengajaran milro/makro). Mereka akan mula mengajar di sekolah-sekolah yang dipilih dengan berbekalkan "senjata" / ilmu pendidikan / teori pendidikan untuk diamalkan menurut kesesuaian sekolah, suasana, kesediaan dan keupayaan para pelajar masing-masing. Apabila menyentuh isu pendidikan, penekanan diberi kepada kebijaksanaan mengolah ilmu pengetahuan/isi kandungan/ "content" yang disepadukan dengan kepelbagaian kemahiran (kemahiran berfikir secara kritis dan kreatif, kemahiran proses sains serta kemahiran manipulatif bahan dan peralatan sains) serta penerapan nilai-nilai murni / nilai-nilai saintifik dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Jadi…kepada para pelajar unit F5: All the best wishes...Be the best among the best!, amen.
Hanya sekadar berpesan-pesan bagi memanfaatkan usia muda, kepada golongan remaja yang dikasihi dan sentiasa dekat di hati. Sesungguhnya nyawa kita semua berada digenggaman Allah. Hanya Dia Maha Mengetahui saat apabila kita dijemput mengadapnya, mari sama-sama kita manfaat sisa-sisa peruntukkan usia kita untuk melakukan yang terbaik walaupun apa jua persepsi manusia lain terhadap kita, yang paling penting dan utama ialah Allah Maha Mengetahui akan setiap lintasan hati kita dan perbuatan yang kita lakukan. Hanya Dia sahaja secara mutlak, yang berhak menilai dan mengajari segala usaha kita. Allahu 'alam.
Dan tetap tekunlah engkau memberi peringatan, kerana sesungguhnya peringatan itu mendatangkan faedah kepada orang-orang yang beriman.
(Al-Zariyat:55)
Catatan: Golongan profesional: Mereka yang dilatih dalam sesuatu bidang kemahiran. Mereka yang menceburi dan memperolehi kemahiran tertentu serta berupaya memberi latihan yang sama kepada pelatih. [A person engaged in one of the learned professions, master: an authority qualified to teach apprentices (wordnetweb.princeton.edu/perl/webwn]
Peringatan bermula tentang berfikir secara berkesan, berfikir dengan kritis dan kreatif merupakan suatu ibadah dan sunnah (amalan) Rasulullah, aktiviti yang disulami dengan pelbagai persoalan untuk meningkatkan daya berfikir. Bertadabur yakni berfikir dan membuat refleksi, mendekati alam dengan rapat, memikirkan tentang proses kejadian manusia itu sendiri secara tidak langsung mengukuhkan hubungan akrab antara insan dengan Maha Pencipta nya. Hakikat kejadian kita diciptakan sebagai khalifah sebagai penerusan / pewaris tugas para nabi. Penceritaan di dalam Al Qur'an tentang Nabi Zakaria yang kerunsingan di usia lanjut kerana belum lagi dikurniakan zuriat, lantas baginda berdoa kepada Allah supaya dikurniakan anak. Bukan kerana malu dicemuh masyarakat sebab kemadulan tetapi bimbang kerana tiada peninggalan keturunan yang soleh wa musleh (Baik dan membaikkan orang lain / masyarakat sekeliling) juga peri penting nya barisan pelapis bagi penerusan tugas-tugas menyeru kepada Islam yang menjadi rahmat, penyelamat serta kesejahteraan kepada sekalian alam.
“Dan kami tidak mengutuskan engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh ‘alam. (Al-Anbiya’ - 107)
Kita semua adalah insan terpilih, istimewa dengan cara tersendiri dan daya kekuatan yang tinggi. Kita semua hasil daripada persenyawaan satu sperma yang terbaik dan kental daripada jutaan sperma ayah kita dengan benih terbaik daripada telur ibu kita. Sememangnya dari awal lagi, kita adalah pejuang, dipersiapkan dengan segala "faculties"/ pancaindera untuk meredah kepayahan serta mengatasi sebarang rintangan supaya mencapai matlamat hidup kita yang murni. Semoga Allah sentiasa membantu kita dan mengilhamkan kepada kita perkara-perkara yang terbaik bagi membolehkan kita bertindak,membuat keputusan dan menyelesaikan masalah kehidupan dengan tepat, amin.
Para pelajar saya di IPG Ipoh...unit F di semester 5, pengajian peringkat pensarjanaan Pendidikan Sains Rendah akan menjalani praktikum juga dikenali sebagai "amalan profesional perguruan", selama 4 minggu bermula 22 Mac 2010. Mereka akan berada di "medan Pertempuran" sebenar bukan lagi suasana simulasi (pengajaran milro/makro). Mereka akan mula mengajar di sekolah-sekolah yang dipilih dengan berbekalkan "senjata" / ilmu pendidikan / teori pendidikan untuk diamalkan menurut kesesuaian sekolah, suasana, kesediaan dan keupayaan para pelajar masing-masing. Apabila menyentuh isu pendidikan, penekanan diberi kepada kebijaksanaan mengolah ilmu pengetahuan/isi kandungan/ "content" yang disepadukan dengan kepelbagaian kemahiran (kemahiran berfikir secara kritis dan kreatif, kemahiran proses sains serta kemahiran manipulatif bahan dan peralatan sains) serta penerapan nilai-nilai murni / nilai-nilai saintifik dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Jadi…kepada para pelajar unit F5: All the best wishes...Be the best among the best!, amen.
Hanya sekadar berpesan-pesan bagi memanfaatkan usia muda, kepada golongan remaja yang dikasihi dan sentiasa dekat di hati. Sesungguhnya nyawa kita semua berada digenggaman Allah. Hanya Dia Maha Mengetahui saat apabila kita dijemput mengadapnya, mari sama-sama kita manfaat sisa-sisa peruntukkan usia kita untuk melakukan yang terbaik walaupun apa jua persepsi manusia lain terhadap kita, yang paling penting dan utama ialah Allah Maha Mengetahui akan setiap lintasan hati kita dan perbuatan yang kita lakukan. Hanya Dia sahaja secara mutlak, yang berhak menilai dan mengajari segala usaha kita. Allahu 'alam.
Dan tetap tekunlah engkau memberi peringatan, kerana sesungguhnya peringatan itu mendatangkan faedah kepada orang-orang yang beriman.
(Al-Zariyat:55)
Catatan: Golongan profesional: Mereka yang dilatih dalam sesuatu bidang kemahiran. Mereka yang menceburi dan memperolehi kemahiran tertentu serta berupaya memberi latihan yang sama kepada pelatih. [A person engaged in one of the learned professions, master: an authority qualified to teach apprentices (wordnetweb.princeton.edu/perl/webwn]
Tuesday, 26 January 2010
e_smiling_zone 2010: "Energetic In Chemistry"
Alhamdulillah, saya diberi peluang dan kesempatan sekali lagi untuk bersama-sama "My Wonder Group", para pelajar major Sains, unit F5 PISMP (Program Ijazah Sarjana Muda Pendidikan), ambilan Januari 2008 yang di semester 5 (jumlah 8 semester...tinggal 3 semester lagi). Setelah 2 semester, "e_smiling_zone" (Electronic Smiling Zone) kesunyian dengan berita perkembangan mereka. Kali ini "e_smiling_zone" diaktifkan semula dan dimanfaatkan untuk memudahkan penghantaran tugasan serta pesanan-pesanan akademik berkaitan dengan "Energetic in Chemistry".
Kali terakhir saya mengajar mereka tentang "Exploring Material" di semester 3, bersama-sama kami realisasikan "Science Fair 2008", yang merupakan aktiviti "high impact" (walau pun pada asalnya dirancang secara kecil-kecilan) Jabatan Sains, IPG Kampus Ipoh yang dipimpin oleh Ketua Jabatan yang baru, Tuan Haji Lokman Hakim. Muhammad Rafiq, pengurus blog "Cikgu Sains F5", juga merupakan pengarah program pada ketika itu. Rafiq mengakui pengalaman pahit-manis semasa "Science Fair 2008" di dataran ilmu, telah banyak memudahkan pengurusan "CSI 2009" di bilik MIMOS, dengan "kid" yang diimport dari Australia. Tahniah sekali lagi unit F5 yang mengharuskan Jabatan Sains memenangi anugerah Inovasi di peringkat Institut. Tahniah juga kepada mantan ketua Jabatan Sains juga Pensyarah Pakar, Encik Kao Thuan Keat selaku penasihat/penggerak "CSI 2009".
1 hb Februari ini, para pelajar minor sains, major Pengajian Cina, Unit E2 di semester 7, akan melalui fasa amalan profesional atau praktikum. Kumpulan pelajar yang rajin, tekun serta bersungguh-sungguh dalam melaksanakan sesuatu tugasan. Saya mengajar mereka "Evaluation In Science Teaching", sebuah subjek baru, bahan rujukan yang terhad, subjek yang sukar dipelajari dan sukar diajar. Pembinaan bank item dan taksiran P & P sains berasaskan sekolah menjadi tema subjek ini. Namun begitu, keceriaan dan sikap terbukaan mereka telah membuka laluan mudah untuk mengharungi segala kesukaran dengan kepujian. Resipi kecemerlangan mereka hingga bertahan ke semester lima ketika itu, seperti yang diungkapkan pada hari pertama pertemuan kami ialah menanam minat dan kecintaan kepada sesuatu subjek atau perkara yang sukar agar tidak terasa terbeban malah diharapkan mendatangkan seronokan. Nilai kerjasama dan kerja berpasukan mereka sangat tinggi. 4 orang daripada mereka berada di bawah bimbingan saya nanti, InsyaAllah. Pengalaman mereka ini akan menjadi penanda aras kepada program PISMP Institut untuk kelayakan penganugerahan ijazah di majlis konvokesyen 2011?
Selamat maju jaya para pelajar F5 dalam KKBI-projek kerja kursus berasaskan ilmu, yang akan bermula minggu ini dan para pelajar E2 yang terjun semula ke "medan juang". Akhir kalam...cuba sama-sama renungkan petua daripada Melissa Kelly, seorang blogger dan guru sekolah menengah tentang enam kunci utama kejayaan seorang guru (http://712educators.about.com/od/teachingstrategies/tp/sixkeys.htm)
Kejayaan seorang guru bergantung kepada sikap dan pendekatannya
1. Unsur kecindan (Sense of Humor)
2. Bersikap positif (A Positive Attitutude)
3. Pengharapan yang tinggi (High Expectations)
4. Konsisten/ istiqomah (Consistency)
5. Kesamarataan /adil (Fairness)
6. Keanjalan (Flexibility)
Allahu 'alam, semoga bermanfaat.
Kali terakhir saya mengajar mereka tentang "Exploring Material" di semester 3, bersama-sama kami realisasikan "Science Fair 2008", yang merupakan aktiviti "high impact" (walau pun pada asalnya dirancang secara kecil-kecilan) Jabatan Sains, IPG Kampus Ipoh yang dipimpin oleh Ketua Jabatan yang baru, Tuan Haji Lokman Hakim. Muhammad Rafiq, pengurus blog "Cikgu Sains F5", juga merupakan pengarah program pada ketika itu. Rafiq mengakui pengalaman pahit-manis semasa "Science Fair 2008" di dataran ilmu, telah banyak memudahkan pengurusan "CSI 2009" di bilik MIMOS, dengan "kid" yang diimport dari Australia. Tahniah sekali lagi unit F5 yang mengharuskan Jabatan Sains memenangi anugerah Inovasi di peringkat Institut. Tahniah juga kepada mantan ketua Jabatan Sains juga Pensyarah Pakar, Encik Kao Thuan Keat selaku penasihat/penggerak "CSI 2009".
1 hb Februari ini, para pelajar minor sains, major Pengajian Cina, Unit E2 di semester 7, akan melalui fasa amalan profesional atau praktikum. Kumpulan pelajar yang rajin, tekun serta bersungguh-sungguh dalam melaksanakan sesuatu tugasan. Saya mengajar mereka "Evaluation In Science Teaching", sebuah subjek baru, bahan rujukan yang terhad, subjek yang sukar dipelajari dan sukar diajar. Pembinaan bank item dan taksiran P & P sains berasaskan sekolah menjadi tema subjek ini. Namun begitu, keceriaan dan sikap terbukaan mereka telah membuka laluan mudah untuk mengharungi segala kesukaran dengan kepujian. Resipi kecemerlangan mereka hingga bertahan ke semester lima ketika itu, seperti yang diungkapkan pada hari pertama pertemuan kami ialah menanam minat dan kecintaan kepada sesuatu subjek atau perkara yang sukar agar tidak terasa terbeban malah diharapkan mendatangkan seronokan. Nilai kerjasama dan kerja berpasukan mereka sangat tinggi. 4 orang daripada mereka berada di bawah bimbingan saya nanti, InsyaAllah. Pengalaman mereka ini akan menjadi penanda aras kepada program PISMP Institut untuk kelayakan penganugerahan ijazah di majlis konvokesyen 2011?
Selamat maju jaya para pelajar F5 dalam KKBI-projek kerja kursus berasaskan ilmu, yang akan bermula minggu ini dan para pelajar E2 yang terjun semula ke "medan juang". Akhir kalam...cuba sama-sama renungkan petua daripada Melissa Kelly, seorang blogger dan guru sekolah menengah tentang enam kunci utama kejayaan seorang guru (http://712educators.about.com/od/teachingstrategies/tp/sixkeys.htm)
Kejayaan seorang guru bergantung kepada sikap dan pendekatannya
1. Unsur kecindan (Sense of Humor)
2. Bersikap positif (A Positive Attitutude)
3. Pengharapan yang tinggi (High Expectations)
4. Konsisten/ istiqomah (Consistency)
5. Kesamarataan /adil (Fairness)
6. Keanjalan (Flexibility)
Allahu 'alam, semoga bermanfaat.
Saturday, 26 December 2009
Generasi "Why Not" ?
Jom kenali generasi remaja yang kita kasihi. Kita sedar golongan remaja merupakan barisan pelapis,pewaris kegemilangan dan modal insan yang sungguh berharga. Mereka seharusnya dipandang dengan penuh kasih sayang dan disantuni mengikut keperluan semasa. Para remaja pula diharapkan dapat merenung dengan kritis kekuatan sifat-sifat remaja sebagai anugerah yang Maha Esa dan dijadikan mutiara, menghiasi diri remaja untuk dimanfaatkan sebagai anggota masyarakat yang berguna.
Sifat-sifat umum remaja:
Y – Yearning attention
O – Optimistic
U – Unrealistic
T – Talented
H – Happy always
Tidak dapat dinafikan terdapat jurang generasi (generation gap) di antara generasi kini dengan generasi sebelumnya. Walau daripada generasi mana pun kita ini, kita semua melalui fasa remaja dalam kitaran hidup kita cuma keadaan zaman remaja kita berbeza. Kita sedar akan hakikat ini dan berusaha untuk meminimumkan jurang generasi supaya kita dapat berkomunikasi dengan mudah dan secara berkesan. Yang penting, kita semua berhasrat untuk menggembeling tenaga dan memberikan sumbangan dalam dunia pendidikan, meningkatkan produktiviti demi kemakmuran serta kesejahteraan negara Malaysia yang kita cintai.
Mereka yang lahir dalam generasi berbeza memiliki sifat unik yang tersendiri.
Generasi "Baby Boomers": Lahir sekitar tahun 1946 hingga 1964 iaitu pasca peperangan dunia kedua.
Generasi "X": Lahir sekitar 1965 hingga 1980.
Generasi "Y" atau generasi "Why Not": Lahir sekitar sekitar pertengahan tahun 1980 dan seterusnya.
Fokus kita ialah pada generasi "Y" iaitu anda!
Di antara Sifat-sifat generasi "Y":(http://legalcareers.about.com/od/practicetips/a/GenerationY.htm)
1)Berpusatkan keluarga(Family-centric)
2)Berorientasikan pencapaian(Achievement-oriented)
3)Berorientasikan pasukan (Team-oriented)
4)Dahagakan perhatian (Attention craving)
Profesor Madya Dr. Hajah Harlina Halizah Haji Sirah (2009) memetik lima perbezaan generasi "Y" dengan generasi silam hasil bacaannya daripada buku "The Five Languages of Teenagers" oleh Dr Gary Chapman,
1) Kemajuan dalam teknologi (Advancement in technology)
2) Pengetahuan dan pendedahan terhadap unsur keganasan
(knowledge of and exposure to violence)
3) Keluarga yang berpecah belah(The fragmented family)
4) Pengetahuan dan pendedahan terhadap unsur seks
(Knowledge and exposure to sexuality)
5) Nilai moral dan agama yang neutral dan longgar
(Neutral moral & religious values)
Sebagai seorang pendidik atau bakal pendidik, kita tidak ingin terlibat dalam pembentukkan generasi muda yang pincang 1) Tandus lagi rapuh iman dan akidah kepada Allah; 2) Cemar akhlak dan bejat tingkah laku; 3) Tumpul dan mundur kognitif; 4) Celaru sikap dan nilai yang dipegang dan 5) Lesu dan lemah psikomotor dan tenaga.
Kita mempunyai idealisma kita yang tersendiri iaitu ke arah pembentukkan generasi seperti generasi Al Qur'an, mereka sentiasa izzah (bangga) dengan keislaman mereka, menjulang Islam di kedudukan paling tinggi.
Kegemilangannya Islam terbukti. Sejarah berulang lagi di Era pemerintah Sultan Salehuddin Al Ayubi. Sejarah silam untuk kita ambil pengajaran dan insafi. Semestinya kecemerlangan tidak datang bergolek, kegemilangan pasti ditempa jika kita bersungguh-sungguh dalam usaha kita, insyaAllah. "Man jadda wa jada"...sesiapa yang berusaha, pasti memperolehi apa yang ia usahakan (yakni jika diberi peluang yang sama).
"Dan tidaklah harus bagi orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan - apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara - (tidaklah harus mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata." {Surah Al-Ahzab:36}
Semoga dipermudahkan Allah segala usaha kita untuk mendidik diri dan para pelajar kita agar tergolong dalam generasi cemerlang yang digariskan oleh Hassan al-Banna yang memiliki ciri-ciri berikut:
"Sejahtera akidahnya, sahih ibadahnya, teguh akhlaknya, terdidik fikirannya, kuat badannya, mampu untuk mengusahakan mata pencariannya, teratur dalam segala urusannya, sentiasa menjaga waktunya dan sentiasa memberi manfaat kepada orang lain"...amin.
Selamat menyambut tahun 1431 Hijrah dan 2010 Masihi kepada semua.
Sifat-sifat umum remaja:
Y – Yearning attention
O – Optimistic
U – Unrealistic
T – Talented
H – Happy always
Tidak dapat dinafikan terdapat jurang generasi (generation gap) di antara generasi kini dengan generasi sebelumnya. Walau daripada generasi mana pun kita ini, kita semua melalui fasa remaja dalam kitaran hidup kita cuma keadaan zaman remaja kita berbeza. Kita sedar akan hakikat ini dan berusaha untuk meminimumkan jurang generasi supaya kita dapat berkomunikasi dengan mudah dan secara berkesan. Yang penting, kita semua berhasrat untuk menggembeling tenaga dan memberikan sumbangan dalam dunia pendidikan, meningkatkan produktiviti demi kemakmuran serta kesejahteraan negara Malaysia yang kita cintai.
Mereka yang lahir dalam generasi berbeza memiliki sifat unik yang tersendiri.
Generasi "Baby Boomers": Lahir sekitar tahun 1946 hingga 1964 iaitu pasca peperangan dunia kedua.
Generasi "X": Lahir sekitar 1965 hingga 1980.
Generasi "Y" atau generasi "Why Not": Lahir sekitar sekitar pertengahan tahun 1980 dan seterusnya.
Fokus kita ialah pada generasi "Y" iaitu anda!
Di antara Sifat-sifat generasi "Y":(http://legalcareers.about.com/od/practicetips/a/GenerationY.htm)
1)Berpusatkan keluarga(Family-centric)
2)Berorientasikan pencapaian(Achievement-oriented)
3)Berorientasikan pasukan (Team-oriented)
4)Dahagakan perhatian (Attention craving)
Profesor Madya Dr. Hajah Harlina Halizah Haji Sirah (2009) memetik lima perbezaan generasi "Y" dengan generasi silam hasil bacaannya daripada buku "The Five Languages of Teenagers" oleh Dr Gary Chapman,
1) Kemajuan dalam teknologi (Advancement in technology)
2) Pengetahuan dan pendedahan terhadap unsur keganasan
(knowledge of and exposure to violence)
3) Keluarga yang berpecah belah(The fragmented family)
4) Pengetahuan dan pendedahan terhadap unsur seks
(Knowledge and exposure to sexuality)
5) Nilai moral dan agama yang neutral dan longgar
(Neutral moral & religious values)
Sebagai seorang pendidik atau bakal pendidik, kita tidak ingin terlibat dalam pembentukkan generasi muda yang pincang 1) Tandus lagi rapuh iman dan akidah kepada Allah; 2) Cemar akhlak dan bejat tingkah laku; 3) Tumpul dan mundur kognitif; 4) Celaru sikap dan nilai yang dipegang dan 5) Lesu dan lemah psikomotor dan tenaga.
Kita mempunyai idealisma kita yang tersendiri iaitu ke arah pembentukkan generasi seperti generasi Al Qur'an, mereka sentiasa izzah (bangga) dengan keislaman mereka, menjulang Islam di kedudukan paling tinggi.
Kegemilangannya Islam terbukti. Sejarah berulang lagi di Era pemerintah Sultan Salehuddin Al Ayubi. Sejarah silam untuk kita ambil pengajaran dan insafi. Semestinya kecemerlangan tidak datang bergolek, kegemilangan pasti ditempa jika kita bersungguh-sungguh dalam usaha kita, insyaAllah. "Man jadda wa jada"...sesiapa yang berusaha, pasti memperolehi apa yang ia usahakan (yakni jika diberi peluang yang sama).
"Dan tidaklah harus bagi orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan - apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara - (tidaklah harus mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata." {Surah Al-Ahzab:36}
Semoga dipermudahkan Allah segala usaha kita untuk mendidik diri dan para pelajar kita agar tergolong dalam generasi cemerlang yang digariskan oleh Hassan al-Banna yang memiliki ciri-ciri berikut:
"Sejahtera akidahnya, sahih ibadahnya, teguh akhlaknya, terdidik fikirannya, kuat badannya, mampu untuk mengusahakan mata pencariannya, teratur dalam segala urusannya, sentiasa menjaga waktunya dan sentiasa memberi manfaat kepada orang lain"...amin.
Selamat menyambut tahun 1431 Hijrah dan 2010 Masihi kepada semua.
Sunday, 1 November 2009
Allah Amat Sayang kepada Pemuda Istimewa ini...
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh dan salam perpaduan
"Assalamu 'alaikum, Miss...can you enter our class at 11:00 am today?" Itu lah lebih kurang ucapan Allahyarham Aqmal untuk kali pertama mempelawa saya ke kuliah "Thinking Skills" pada bulan Julai yang lalu.
Allahyarham Mohd Aqmal Bin Mohd Zaiwawi berkulit hitam manis dengan paras rupa dan bentuk badan yang segak bagi seorang pemuda Melayu. Allahyarham mudah mengukir senyuman dengan barisan gigi yang tersusun rapi dan memiliki mata yang kuyu. Sifat kepimpinannya sungguh terserlah, "A born leader" dan petah dalam bicara. Ketua unit J8 untuk Program Persediaan Ijazah Sarjana Muda Pendidikan(PPISMP)B.Ed TESL (Sekolah Menengah) di Semester Satu. Allahyarham juga seorang mesra dan aktif di dalam kuliah, sering ingin memberikan pandangan dalam perbincangan. Ada kalanya saya terpaksa menafikan haknya bercakap untuk memberi laluan dan peluang kepada rakan-rakan lain memberikan respon.
Bilik kuliah J8 di blok asrama dan jauh daripada blok pentadbiran IPG Ipoh menyebabkan Allahyarham Aqmal sukar ditemui secara bersemuka kecuali dalam keadaan yang betul-betul diperlukan. Saya tidak sempat mengenali rapat dengan Allahyarham tetapi yang pasti Allahyarham mempunyai keistimewaan. Saya tidak menghadapi sebarang masalah dengan Allahyarham sehinggalah saya menegur aksi Allahyarham dalam satu sesi kuliah. Allahyarham seorang yang baik dan inginkan kebenaran. Kami sempat berhujjah tentang isu tersebut di luar bilik kuliah setelah Allayarham kurang menyenangi dengan teguran saya.
Saya seorang berprinsip dan disiplinari. Saya sering tegaskan ini kepada semua pelajar saya bahawa kejayaan hanya boleh diraih jika kita mengamalkan disiplin yang tinggi. Saya telus dalam tindakan saya. Saya manusia biasa tidak sempurna tetapi saya memikul amanah dan bertanggungjawab mendidik semua pelajar saya agar sentiasa beradab, menggunakan masa dengan sebaiknya serta menghasilkan kualiti kerja yang tinggi. Saya sayangkan semua pelajar saya tanpa mengira kaum dan agama. Saya pernah "berceramah" kepada unit J8 dalam satu sesi kuliah kerana kurang berpuas hati dengan sikap mereka. Selepas itu, saya dapat melihat riak-riak protes dalam tindakan mereka namun mereka lakukan secara lembut bagi menyatakan jiwa remaja mereka yang sedang bergelojak.
Interaksi saya dengan Unit J8 hanyalah satu jam, masa yang terlalu suntuk untuk berkongsi maklumat tentang subjek yang agak "serius" dan ruang sangat terbatas untuk bermesra. Mereka pula terlalu jauh untuk saya rapati, begitu juga dengan mereka. Blok yang sering mengalami gangguan elektrik menuntut saya mengubah rancangan pelajaran saya serta merta. Walau apa pun, saya bangga dengan hasil tugasan majoriti pelajar J8 termasuk kumpulan Allahyarham Mohd Aqmal. Semasa insiden trajis 25 Oktober 2009 berlaku, waktu asar...Ingatan saya kepada Allahyarham, saya menghantar sms kepada Allahyarham Mohd Aqmal dan rakan seunitnya Lim Chiew Ting @ Ting untuk mengingatkan mereka akan aktiviti kuliah saya pada keesokan harinya iaitu 26 Oktober 2009. Rupa-rupanya Allahyarham telah tiada lagi dan mungkin tidak sempat pun membaca sms saya. Saya hanya mengetahui pemergian Allahyarham Aqmal ke rahmatullah apabila bilik kuliah mereka tidak berpenghuni kerana semua pelajar J8 menziarahi Ibu Allahyarham Aqmal di kediamannya. Puan Roslin Ong Abdullah memaklumkan berita tersebut kepada saya menjelang waktu tengahari Isnin sebelum saya berkursus ke Penang. Saya membaca sms Ting tentang peristiwa itu setiba sahaja di Hotel. Saya redha dengan ketentuan Allah. Allahyarham sungguh bertuah kerana dipilih menemui Allah di usia remaja dan insyaAllah menikmati segala jenis kenikmatan di syurga Allah, amin. Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk setiap hambaNya. Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk Allahyarham Aqmal,insan terpilih dan disayangi Allah serta disenangi manusia.
Saya maafkan segala kesilapan Allahyarham Aqmal. Pemergian Allahyarham Aqmal untuk selama-lamanya untuk kita semua insafi, menjadi iktibar kepada kita yang Allah menjemput kita mengadapNya tanpa mengenal usia dan ketika. Saat kematian kita merupakan detik misteri dan sengaja dirahsiakan oleh Allah supaya kita gigih berusaha mengharungi kehidupan berlandaskan sistem yang Allah tetapkan. Kita harus saling maaf dan memaafkan sesama kita. Harus kita insafi setiap kali kematian berlaku kepada keluarga kita, berlaku kepada orang lain dan setiap kali kita mengiringi jenazah di perkuburan. Semoga Allah kurniakan husnul khotimah kepada kita, sentiasa melimpahkan kerahmatanNya, kekuatan dan kesabaran untuk meneruskan sisa-sisa hidup kita serta mengumpulkan kita semua di syurgaNya kelak, amin.
Semoga Allah ampunkan segala dosa Allahyarham Mohd Akmal Bin Mohd Zaiwawi, menerima segala amalan dan kebaikannya, memperluaskan tempat tinggalnya, menempatkan rohnya bersama roh para solihin dan syuhada', meningkatkan kesabaran dan dipermudahkan segala urusan ibu, bapa dan ahli keluarga yang dikasihi untuk meneruskan kehidupan dengan tabah, amin. Al-Fatihah.
“ Allah berfirman : “Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang beriman jika Aku mengambil (mewafatkan) orang yang dicintainya di antara penduduk dunia ini, lalu dia mengharap pahala atas musibah ini kecuali syurga”
Al-Bukhari dalam al-Fath : 11/242
“ Rasulullah SAW berkata kepada seseorang yang ditinggal mati anak lelakinya, “ Apa kamu tidak suka bila kamu masuk salah satu pintu syurga sedang engkau mendapati anakmu itu sudah menantimu?”
Ahmad dan an-Nasa’i. Sanad sesuai syarat as-shahih serta ditashihkan oleh al-Hakim dan Ibnu Hibban. Lihat Fathul-Bari : 11/243
"Assalamu 'alaikum, Miss...can you enter our class at 11:00 am today?" Itu lah lebih kurang ucapan Allahyarham Aqmal untuk kali pertama mempelawa saya ke kuliah "Thinking Skills" pada bulan Julai yang lalu.
Allahyarham Mohd Aqmal Bin Mohd Zaiwawi berkulit hitam manis dengan paras rupa dan bentuk badan yang segak bagi seorang pemuda Melayu. Allahyarham mudah mengukir senyuman dengan barisan gigi yang tersusun rapi dan memiliki mata yang kuyu. Sifat kepimpinannya sungguh terserlah, "A born leader" dan petah dalam bicara. Ketua unit J8 untuk Program Persediaan Ijazah Sarjana Muda Pendidikan(PPISMP)B.Ed TESL (Sekolah Menengah) di Semester Satu. Allahyarham juga seorang mesra dan aktif di dalam kuliah, sering ingin memberikan pandangan dalam perbincangan. Ada kalanya saya terpaksa menafikan haknya bercakap untuk memberi laluan dan peluang kepada rakan-rakan lain memberikan respon.
Bilik kuliah J8 di blok asrama dan jauh daripada blok pentadbiran IPG Ipoh menyebabkan Allahyarham Aqmal sukar ditemui secara bersemuka kecuali dalam keadaan yang betul-betul diperlukan. Saya tidak sempat mengenali rapat dengan Allahyarham tetapi yang pasti Allahyarham mempunyai keistimewaan. Saya tidak menghadapi sebarang masalah dengan Allahyarham sehinggalah saya menegur aksi Allahyarham dalam satu sesi kuliah. Allahyarham seorang yang baik dan inginkan kebenaran. Kami sempat berhujjah tentang isu tersebut di luar bilik kuliah setelah Allayarham kurang menyenangi dengan teguran saya.
Saya seorang berprinsip dan disiplinari. Saya sering tegaskan ini kepada semua pelajar saya bahawa kejayaan hanya boleh diraih jika kita mengamalkan disiplin yang tinggi. Saya telus dalam tindakan saya. Saya manusia biasa tidak sempurna tetapi saya memikul amanah dan bertanggungjawab mendidik semua pelajar saya agar sentiasa beradab, menggunakan masa dengan sebaiknya serta menghasilkan kualiti kerja yang tinggi. Saya sayangkan semua pelajar saya tanpa mengira kaum dan agama. Saya pernah "berceramah" kepada unit J8 dalam satu sesi kuliah kerana kurang berpuas hati dengan sikap mereka. Selepas itu, saya dapat melihat riak-riak protes dalam tindakan mereka namun mereka lakukan secara lembut bagi menyatakan jiwa remaja mereka yang sedang bergelojak.
Interaksi saya dengan Unit J8 hanyalah satu jam, masa yang terlalu suntuk untuk berkongsi maklumat tentang subjek yang agak "serius" dan ruang sangat terbatas untuk bermesra. Mereka pula terlalu jauh untuk saya rapati, begitu juga dengan mereka. Blok yang sering mengalami gangguan elektrik menuntut saya mengubah rancangan pelajaran saya serta merta. Walau apa pun, saya bangga dengan hasil tugasan majoriti pelajar J8 termasuk kumpulan Allahyarham Mohd Aqmal. Semasa insiden trajis 25 Oktober 2009 berlaku, waktu asar...Ingatan saya kepada Allahyarham, saya menghantar sms kepada Allahyarham Mohd Aqmal dan rakan seunitnya Lim Chiew Ting @ Ting untuk mengingatkan mereka akan aktiviti kuliah saya pada keesokan harinya iaitu 26 Oktober 2009. Rupa-rupanya Allahyarham telah tiada lagi dan mungkin tidak sempat pun membaca sms saya. Saya hanya mengetahui pemergian Allahyarham Aqmal ke rahmatullah apabila bilik kuliah mereka tidak berpenghuni kerana semua pelajar J8 menziarahi Ibu Allahyarham Aqmal di kediamannya. Puan Roslin Ong Abdullah memaklumkan berita tersebut kepada saya menjelang waktu tengahari Isnin sebelum saya berkursus ke Penang. Saya membaca sms Ting tentang peristiwa itu setiba sahaja di Hotel. Saya redha dengan ketentuan Allah. Allahyarham sungguh bertuah kerana dipilih menemui Allah di usia remaja dan insyaAllah menikmati segala jenis kenikmatan di syurga Allah, amin. Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk setiap hambaNya. Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk Allahyarham Aqmal,insan terpilih dan disayangi Allah serta disenangi manusia.
Saya maafkan segala kesilapan Allahyarham Aqmal. Pemergian Allahyarham Aqmal untuk selama-lamanya untuk kita semua insafi, menjadi iktibar kepada kita yang Allah menjemput kita mengadapNya tanpa mengenal usia dan ketika. Saat kematian kita merupakan detik misteri dan sengaja dirahsiakan oleh Allah supaya kita gigih berusaha mengharungi kehidupan berlandaskan sistem yang Allah tetapkan. Kita harus saling maaf dan memaafkan sesama kita. Harus kita insafi setiap kali kematian berlaku kepada keluarga kita, berlaku kepada orang lain dan setiap kali kita mengiringi jenazah di perkuburan. Semoga Allah kurniakan husnul khotimah kepada kita, sentiasa melimpahkan kerahmatanNya, kekuatan dan kesabaran untuk meneruskan sisa-sisa hidup kita serta mengumpulkan kita semua di syurgaNya kelak, amin.
Semoga Allah ampunkan segala dosa Allahyarham Mohd Akmal Bin Mohd Zaiwawi, menerima segala amalan dan kebaikannya, memperluaskan tempat tinggalnya, menempatkan rohnya bersama roh para solihin dan syuhada', meningkatkan kesabaran dan dipermudahkan segala urusan ibu, bapa dan ahli keluarga yang dikasihi untuk meneruskan kehidupan dengan tabah, amin. Al-Fatihah.
“ Allah berfirman : “Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang beriman jika Aku mengambil (mewafatkan) orang yang dicintainya di antara penduduk dunia ini, lalu dia mengharap pahala atas musibah ini kecuali syurga”
Al-Bukhari dalam al-Fath : 11/242
“ Rasulullah SAW berkata kepada seseorang yang ditinggal mati anak lelakinya, “ Apa kamu tidak suka bila kamu masuk salah satu pintu syurga sedang engkau mendapati anakmu itu sudah menantimu?”
Ahmad dan an-Nasa’i. Sanad sesuai syarat as-shahih serta ditashihkan oleh al-Hakim dan Ibnu Hibban. Lihat Fathul-Bari : 11/243
Wednesday, 23 September 2009
Your Life Is Your Choice...

Tanggal 5 Januari 1987 merupakan detik keramat bagi saya. Mulai tarikh itulah, saya telah bergelar pendidik dan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi guru berkesan sepanjang hayat. Bidang pendidikan bukan sahaja merupakan bidang kerjaya pilihan bahkan diharapkan dapat menyediakan medan untuk menabur saham akhirat dengan beramal bakti kepada anak bangsa. Lebih dua puluh tahun lamanya saya menimba pengalaman, menggarap kemahiran, terdedah kepada kepelbagaian persekitaran, sifat para pelajar serta rakan sekerja, tidak pernah jemu belajar daripada karenah birokrasi dan kerencaman struktur profesion perguruan di peringkat sekolah menengah. Kini saya berpeluang pula bertugas sebagai pensyarah sains di Institut Perguruan Ipoh, Perak (IPIP) sejak Julai 2002 dengan melatih para pelajar sebagai bakal guru permulaan. Perubahan laluan kerjaya saya kali ini telah meletakkan diri saya sebagai “Syifu” kepada para pelajar. Pengiktirafan kendiri yang cukup menghiburkan, memberikan kepuasan kerja dan peningkatan kualiti hidup. Kali ini saya bukan lagi mengajar murid-murid sekolah tetapi melatih para pelajar belia dan dewasa untuk menjadi insan guru.
Pengajaran yang seharusnya bersifat anjal tertakluk kepada olahan dan kebijaksanaan seorang pendidik. Sentiasa berhadapan dengan para pelajar yang berlainan pada suatu julat masa yang singkat, menuntut kepada perancangan dan persiapan yang strategik. Sebagai seorang pensyarah, saya mampu membantu pelajar-pelajar memberi makna dan membina persepsi positif terhadap pembelajaran melalui perkongsian matlamat keguruan yang jelas dan pengalaman perkhidmatan yang bernilai dalam suasana kuliah yang dinamik. Di bilik darjah atau bilik kuliahlah bermulanya segala sentuhan ajaib insaniah, penghayatan segala kemahiran dan manifestasi teori-teori pengajaran dan pembelajaran berlaku...
Bukan cerita khayalan, bukan kisah ideal yang dicedok daripada mana-mana sumber atau untuk mengiklankan kehebatan kendiri tetapi nukilan daripada sanubari yang bertujuan untuk perkongsian pengalaman dan ilmu pengetahuan yang sejati. Pengintergrasian teknologi pendidikan dan bahasa Inggeris dalam pengajaran dan pembelajaran interaktif, aplikasi hasil kajian tindakan dan penekanan kepada kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosi (EQ) serta kecerdasan spiritual (SQ) di bilik kuliah merupa sumbangan kepada pembelajaran bermakna yang tidak mungkin diabaikan bagi melahirkan insan guru yang seimbang, berkualiti, kental, berketerampilan, cemerlang lagi mampu berdaya saing dalam era ledakan maklumat. Keadaan ini bertepatan dengan Falsafah Pendidikan Negara dan selari dengan PPIP, iaitu melahirkan takungan modal insan serta tenaga kerja yang kompeten pada masa hadapan bagi merealisasikan Wawasan 2020.
Subscribe to:
Posts (Atom)
KNOWLEDGE IS POWER
DEAR-Drop Everything And Read
Ke Arah Pembentukkan Minda Pendidik Kelas Pertama
"Sejahtera akidahnya, sahih ibadahnya, teguh akhlaknya, terdidik fikirannya, kuat badannya, mampu untuk mengusahakan mata pencariannya, teratur dalam segala urusannya, sentiasa menjaga waktunya dan sentiasa memberi manfaat kepada orang lain" (As Syahid Imam Hasan al Banna)
Istimewanya zaman remaja...
Tujuh golongan manusia akan dilindungi oleh Allah pada hari di mana tidak ada perlindungan kecuali perlindunganNya iaitu:
1) Imam yang adil
2) Pemuda / remaja (lelaki & perempuan) yang tekun beribadat kepada Allah
3) Seorang lelaki yang hatinya terpaut kepada masjid, (hatinya sentiasa ingat) dari masa ia keluar dari masjid hingga ia balik semula ke masjid
4) Dua orang *lelaki yang berkasih-kasihan di dalam (mencari ridha) Allah, keduanya bertemu kerana Allah dan berpisah pula kerana Allah
5) Seorang *lelaki yang mengingati Allah, di masa sunyi sepi sehingga menitiskan air mata.
6) Seorang lelaki yang diajak oleh seorang wanita yang berkedudukan tinggi, cantik rupa parasnya untuk melakukan perbuatan jahat, ia berkata, "Aku takut kepada tuhan seluruh alam"
7) Seorang *lelaki yang memberi sedekah dengan suatu sedekah, lalu disembunyikan sedekah itu, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
1) Imam yang adil
2) Pemuda / remaja (lelaki & perempuan) yang tekun beribadat kepada Allah
3) Seorang lelaki yang hatinya terpaut kepada masjid, (hatinya sentiasa ingat) dari masa ia keluar dari masjid hingga ia balik semula ke masjid
4) Dua orang *lelaki yang berkasih-kasihan di dalam (mencari ridha) Allah, keduanya bertemu kerana Allah dan berpisah pula kerana Allah
5) Seorang *lelaki yang mengingati Allah, di masa sunyi sepi sehingga menitiskan air mata.
6) Seorang lelaki yang diajak oleh seorang wanita yang berkedudukan tinggi, cantik rupa parasnya untuk melakukan perbuatan jahat, ia berkata, "Aku takut kepada tuhan seluruh alam"
7) Seorang *lelaki yang memberi sedekah dengan suatu sedekah, lalu disembunyikan sedekah itu, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
Kita lah Ulil Albab...
"Lo! In the creation of the heaven and the earth and (in) the difference of night and day are tokens (of His sovereignity) for man of understanding"
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pengantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal"
(Ali-Imran: 190)
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pengantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal"
(Ali-Imran: 190)
"ILMU DAN IBADAH SESEORANG TIADA NILAI NYA DI SISI ALLAH DAN MANUSIA SEKIRANYA MEMBUAHKAN AKHLAK YANG BURUK"
Al-Zukhruf: 43-44
"Dengan yang demikian, berpegang teguhlah kepada Al-Quran yang telah diwahyukan kepadamu; kerana sesungguhnya engkau berada di atas jalan yang lurus. Dan sesungguhnya Al Quran itu memberikan kemuliaan dan peringatan kepadamu (wahai Muhammad) dan kepada kaummu; dan kamu akan ditanya kelak (tentang isi kandungannya yang kamu telah amalkan)."







