Saturday, 29 June 2013

Tercipta Lah Kegemilangan-Tahniah!



Juara Kategori Bahasa Melayu: STAR, Ipoh


Juara Kategori Bahasa Inggeris: Sekolah Menengah Agama Al-Hidayah, Johor Bahru


Juara Kategori Bahasa Arab: As-Solah Charity Islamic School, Gaza

Saturday, 22 June 2013

Muda atau Tua...Sakit atau Sihat...Ia Menjengah juga...






ukhti,
tidak sangka ukhti dijemput terlebih dahulu dari kami,
belum sempat kita bertemu di sini.

ukhti,
perginya ukhti ketika berada dalam gerabak DnT,
masih baru dalam gerabak ini,
jalan mulia ini menjadi pilihanmu,
sanggup berjaulah ke Jordan dari UK
semata-mata untuk menyelami seerah di bumi Kinanah ini.
mungkin penghijrahan mu penghijrahan yang Ikhlas.
beruntungnya mu wahai ukhti !

ukhti,
semoga ukhti tenang di sana
moga berbahagia di sana
selamat berehat di sana !
moga Syahadatul Haq mu menjadi saksi di hadapanNya

moga kerehatanmu di sana menyedarkan kami bahawa masa rehat kami di sini sudah berlalu


Nukilan Sarah Sadida, Mutah University, Jordan

Saturday, 25 May 2013

TAK TERKENAL DI BUMI, TERKENAL DI LANGIT



Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al Qur’an dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit. Dia, jika bersumpah demi Allah pasti terkabul. Pada hari kiamat nanti ketika semua ahli ibadah dipanggil disuruh masuk surga, dia justru dipanggil agar berhenti dahulu dan disuruh memberi syafa’at, ternyata Allah memberi izin dia untuk memberi syafa’at sejumlah qobilah Robi’ah dan qobilah Mudhor, semua dimasukkan surga tak ada yang ketinggalan karenanya.Dia adalah “Uwais al-Qarni”.

Ia tak dikenal banyak orang dan juga miskin, banyak orang suka menertawakan, mengolok-olok, dan menuduhnya sebagai tukang membujuk, tukang mencuri serta berbagai macam umpatan dan penghinaan lainnya.Seorang fuqoha’ negeri Kuffah, karena ingin duduk dengannya, memberinya hadiah dua helai pakaian, tapi tak berhasil dengan baik, karena hadiah pakaian tadi diterima lalu dikembalikan lagi olehnya seraya berkata :“Aku khawatir, nanti sebagian orang menuduh aku, dari mana kamu dapatkan pakaian itu, kalau tidak dari membujuk pasti dari mencuri”.Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya.Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya Uwais al-Qarni telah memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad SAW. yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tak ada sekutu bagi-Nya. Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur. Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya sangat menarik hati Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, karena selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran.Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad SAW secara langsung. Sekembalinya di Yaman, mereka memperbarui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam. Alangkah sedihnya hati Uwais setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah “bertamu dan bertemu” dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum.Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan sang kekasih, tapi apalah daya ia tak punya bekal yang cukup untuk ke Madinah, dan yang lebih ia beratkan adalah sang ibu yang jika ia pergi, tak ada yang merawatnya.

Di ceritakan ketika terjadi perang Uhud Rasulullah SAW mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Kabar ini akhirnya terdengar oleh Uwais. Ia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada beliau SAW, sekalipun ia belum pernah melihatnya.Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk bertemu tak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, kapankah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah beliau dari dekat ? Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat membutuhkan perawatannya dan tak tega ditingalkan sendiri, hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa.Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi SAW di Madinah. Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau memaklumi perasaan Uwais, dan berkata:“Pergilah wahai anakku ! temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang”.Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman. Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari, semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi SAW yang selama ini dirindukannya.Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi SAW, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah sayyidatina ‘Aisyah r.a., sambil menjawab salam Uwais. Segera saja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata beliau SAW tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang.Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi SAW dari medan perang. Tapi, kapankah beliau pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman,” Engkau harus lekas pulang”.Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi SAW. Ia akhirnya dengan terpaksa mohon pamit kepada sayyidatina ‘Aisyah r.a. untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi SAW dan melangkah pulang dengan perasaan haru.Sepulangnya dari perang, Nabi SAW langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya.
Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rosulullah SAW, sayyidatina ‘Aisyah r.a. dan para sahabatnya tertegun. Menurut informasi sayyidatina ‘Aisyah r.a., memang benar ada yang mencari Nabi SAW dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.Rosulullah SAW bersabda : “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya.”Sesudah itu beliau SAW, memandang kepada sayyidina Ali k.w. dan sayyidina Umar r.a. dan bersabda : “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi”.Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi SAW wafat, hingga kekhalifahan sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. telah di estafetkan Khalifah Umar r.a. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi SAW. tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kepada sayyidina Ali k.w. untuk mencarinya bersama.Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka. Diantara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh beliau berdua. Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka.Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, segera khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan bahwa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qorni.Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan sholat. Setelah mengakhiri shalatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada ditelapak tangan Uwais, sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi SAW. Memang benar ! Dia penghuni langit.Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut, siapakah nama saudara ?“Abdullah”, jawab Uwais.Mendengar jawaban itu, kedua sahabatpun tertawa dan mengatakan : “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya ?”Uwais kemudian berkata: “Nama saya Uwais al-Qorni”.Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali k.w. memohon agar Uwais berkenan mendo’akan untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah:“Sayalah yang harus meminta do’a kepada kalian”.Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata:“Kami datang ke sini untuk mohon do’a dan istighfar dari anda”.Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qorni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdo’a dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar r.a. berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya.Segera saja Uwais menolak dengan halus dengan berkata : “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang.

Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam tak terdengar beritanya.Tapi ada seorang lelaki pernah bertemu dan di tolong oleh Uwais , waktu itu kami sedang berada di atas kapal menuju tanah Arab bersama para pedagang, tanpa disangka-sangka angin topan berhembus dengan kencang. Akibatnya hempasan ombak menghantam kapal kami sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin berat.Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang mengenakan selimut berbulu di pojok kapal yang kami tumpangi, lalu kami memanggilnya. Lelaki itu keluar dari kapal dan melakukan sholat di atas air. Betapa terkejutnya kami melihat kejadian itu.“Wahai waliyullah,” Tolonglah kami !” tetapi lelaki itu tidak menoleh.Lalu kami berseru lagi,” Demi Zat yang telah memberimu kekuatan beribadah, tolonglah kami!”Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata: “Apa yang terjadi ?”“Tidakkah engkau melihat bahwa kapal dihembus angin dan dihantam ombak ?”tanya kami.“Dekatkanlah diri kalian pada Allah ! ”katanya.“Kami telah melakukannya.”“Keluarlah kalian dari kapal dengan membaca bismillahirrohmaanirrohiim!”Kami pun keluar dari kapal satu persatu dan berkumpul di dekat itu. Pada saat itu jumlah kami lima ratus jiwa lebih. Sungguh ajaib, kami semua tidak tenggelam, sedangkan perahu kami berikut isinya tenggelam ke dasar laut. Lalu orang itu berkata pada kami ,”Tak apalah harta kalian menjadi korban asalkan kalian semua selamat”.“Demi Allah, kami ingin tahu, siapakah nama Tuan ? ”Tanya kami.“Uwais al-Qorni”. Jawabnya dengan singkat.Kemudian kami berkata lagi kepadanya, ”Sesungguhnya harta yang ada di kapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim oleh orang Mesir.” “Jika Allah mengembalikan harta kalian. Apakah kalian akan membagi-bagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah?” tanyanya.“Ya,”jawab kami.Orang itu pun melaksanakan sholat dua rakaat di atas air, lalu berdo’a. Setelah Uwais al-Qorni mengucap salam, tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menumpanginya dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membagi-bagikan seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tidak satupun yang tertinggal.Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar kalau Uwais al-Qorni telah pulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.Dan Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan, “ketika aku ikut mengurusi jenazahnya hingga aku pulang dari mengantarkan jenazahnya, lalu aku bermaksud untuk kembali ke tempat penguburannya guna memberi tanda pada kuburannya, akan tetapi sudah tak terlihat ada bekas kuburannya. (Syeikh Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada masa pemerintahan sayyidina Umar r.a.)Meninggalnya Uwais al-Qorni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang.Mereka saling bertanya-tanya : “Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qorni ? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala domba dan unta ? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa “Uwais al-Qorni” ternyata ia tak terkenal di bumi tapi menjadi terkenal di langit.

Ehsan: Pondok Habib

Saturday, 18 May 2013

Dari Remaja Untuk Remaja...



NOTA DARI REMAJA :
Semasa Forum Keibubapaan mlm tadi, barisan panelis ditanya melalui nota seorang remaja yg hadir : Bgmn remaja nak memahami kedua ibu bapanya dan sebaliknya ibu bapa memahami remaja ?

Dr Har jawab : Ibu bapa kena faham - remaja bergantung kpd ibu bapanya utk pengisian emosi, tidak lagi fizikal (spt semasa bayi hingga 6 tahun) atau tidak lagi kognitif / aqliyah (spt semasa sekolah rendah). Maka remaja belajar mengisi emosinya melalui interaksi dgn ibunya (IBU adalah `emotional powerhouse' utk anak-anaknya) dan dgn bapa utk adaptasi sosialnya (rasa keyakinan diri @ inferiority complex). Oleh itu, ibu bapa perlu mengisi emosi remaja dgn interaksi yg sejahtera, mesra dan penuh kepercayaan - ibarat rakan karib yg setia & tidak judgmental atau curiga!

Rakan panelis Dr Har, Prof Madya Dr Hasnan memberi teguran - kalau ikut teori psikologi yg kebanyakannya dari Barat ni, asyik2 ibu bapa sahaja yg kena faham remaja. Habis peranan remaja bagaimana? Kenapa tidak kita tekankan utk sentiasa mengenang kepayahan IBUn mengandung, melahir & menyusukannya sbgmn Al_Quranul karim mengingatkan berulang kali (rujuk ayat2 di bawah). Tentu tak sampai hati remaja hendak mengguris hati ibu ayah dgn perlakuan sumbang spt hari ini :

Mafhum Luqman : ayat 14
` Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya), dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibubapamu; dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan).'

Mfhum Al Ahqaaf : ayat 15

Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung susah payah dan telah melahirkannya dengan menanggung susah payah. Sedang tempoh mengandungnya beserta dengan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa tiga puluh bulan.

Sebenarnya, tak de yg bercanggah antara pandgn yg diajukan oleh Dr Har & Prof Dr Hasnan - Al-Quranul karim juga menggunakan pendekatan MENYENTUH EMOSI si anak bila perintah berbuat baik kpd ibu bapa disarankan dgn meNGINGATKAN si anak utk mengenang kesakitan, kepayahan, kesukaran dan kelesuan ibu yg mengandung, melahir & menyusukan.

KESIMPULAN : Keremajaan adalah ZON EMOSI! Bertuahlah ibu bapa yg mampu mendidik anak2 yg CERDAS EMOSI melalui kecerdasan emosi mereka sendiri. Selamat menempoh alam persahabatan dan ukhuwwah yg sejati yg berkekalan di dunia & akhirat!

Friday, 3 May 2013

Jadilah Remaja Osem!

Sunday, 31 March 2013

STEP 2 | Semoga Kau Semakin Matang



Terimakasih kepada semua,
Berjerih datang ke Tanta
Dengan niat menimba petua
Agar hidup kelak ceria

Terimakasih kepada Pak Utih
Syaddur Rehal terbang ke sini
Sekadar memurni jalan hidup anak- anak kami
Berkongsi laluan hidup baitul muslim mithali
Agar... Meribu bait bahagia di sana nanti

Aku bersyukur
Anak- anak di Lembah Nil ini sudi bertandang
Mencari ilmu realiti kehidupan
Mengenal pasangan kongsi perjuangan

Semoga....
Kau bertemu pasangan jujur dan beriman
Kau menikmati hidup mulia, indah, ceria dan nyaman
Kau dikurnia zuriat yang punya islam dan iman
Kau jadi nakhoda bahteramu menuju medan perjuangan
Kau berjaya memperolehi jaya dengan cemerlang
Demi Allah , ummah dan watan

Aku memandang kamu semua...
Engkau semakin matang

Kenal apa yang baik dan buruk
Tahu yang bersinar dan yang cabuk
Bijak memilih permata atau manikam
Cerdik mendahulu yang utama dan tajam

Untuk itu semua... Semua... Semua
Aku berbangga dengan kamu
Semoga Dia merahmatimu, Dia mengasihimu
Dia melindungimu, Dia memandumu
Dia.... Dia.... Dia adalah segalanya

Juga doa dari kejauhan di sana
Doamu juga..... Pak Utih


Nukilan:
Abu Ikrimah
Wakil Presiden
Pertubuhan IKRAM di Mesir
31 Mac 13, Cairo

Friday, 29 March 2013

Saka Sibudak Usrah...



Saka sibudak usrah..


“kau join usrah? Habisslaa kau! kena "saka fail" lah..Cuba kau tgok dak2 usrah tu,
Semua result teruk!”

“usrah? Matilaaa aku.. serius, nanti study aku jahanam la wei!”

“aku dah kata dah, yg hang dok keluar tiap2 hujung minggu tu kenapa?
Kan result dah jadi mcm nie.. tgok aku even main PES2013 yg lagha nie
Ok jer result.. common la! "saka fail" jer usrah tu!”

Sisi pandang dan respon dari mereka ini,
Mengatakan munculnya “saka fail” didalam diri dai’e,
Disebabkan segelintir dai’e yg berlegar di sekitar mereka ini,
Menerima ujian "fail exam" dan "result teruk" dlm study,
Lantas satu gerabak besar dee n tee,
Tercalit tempias dan persepsi “gelap” ini..

Sedarlah sahabat2 yg kukasihi,
Ayuh kita murnikan pandang sisi,
Bukankah dalam kalam cinta Ilahi,
Surah Muhammad nama diberi,
Intanshurullaha yansyurkum,
wayutsabit aqdamakum.
barangsiapa menolong agama Allah,
niscaya Dia akan menolongmu
dan meneguhkan kedudukanmu

hujah telah diberi,
namun anda kian meragui..
muncul persoalan disudut hati,
bukankah usrah tu salah satu wasilah mendekatkan diri kepada Ilahi?
Kenapa para dai’e menerima ujian “fail” seperti ini?

Sahabat yg kusayangi,
Bukankah didalam kalam cinta itu lagi,
Allah mengungkapkan satu titipan suci.
Patutkah manusia menyangka
bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata:
Kami beriman, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)?
Dan demi sesungguhnya!
Kami telah menguji orang-orang yang terdahulu daripada mereka,
maka (dengan ujian yang demikian),
nyata apa yang diketahui Allah tentang orang-orang yang sebenar-benarnya beriman
dan nyata pula apa yang diketahuiNya tentang orang-orang yang berdusta.

Inilah ujian buat mereka beriman,
Beriman dan meyakini,
Bahawa jalan dakwah dan tarbiyah ini,
Satu jalan yg mendekatkan diri kepada Ilahi..

Janganlah berfikiran diruang lingkup yg tertutup,
Dengan menganggap usrah itu suatu magica,
Yg mempunyai kuasa sakti,
Dengan menyertainya result anda akan gempak sentiasa?

Bilal bin Rabah,
Seorang hamba yg diseksa,
Ditambah pula selepas mengucap syahadahnya,
Ia makin diseksa oleh kafir quraish..

Umar al-khatab seorang perwira
Dikala jahiliyah mahupun ketika menerima nur Ilahi,
Turut diuji dengan ujian dari Allah yg maha Esa.

Kenapakah mereka ini tidak menerima bantuan dari ar-Rahman?
Dimanakah pertolongan Allah tika mereka diseksa?
Bukankah mereka ini telah bersaksi keatas Allah dan Rasulnya?

Bila mindset Islam itu agama magica,
Yg punca fantasy dan ilusi keindahan mentera,
Maka bila diuji oleh yg Maha Esa,
Terus kita menunding jari keatas Islam agama yg tercinta!

Buat duat diluar sana,
Belajar dan teruskan berusaha,
Jangan sampai kitalah api fitnah dan dusta,
Dalam memburukkan gerabak yg kian laju kepantasannya..

Kita mungkin mengatakan busy sana sini,
Lantas mengakibatkan tidak cukup masa study,
Tapi itu semua hanyalah alasan melepaskan diri,
Kerana adakah konferens riang anda tiap2 hari?
Usrah anda setiap malam hingga ke awal pagi?

Anda sendiri yg tidak mengurus diri,
Mengorbankan masa study utk program2 tarbawi,
Tetapi sebaliknya punya masa utk melewati hiburan di alam IT,
Muka buku, pencicit, xbox mahupun PS3,
Ada masa pula anda utk semua ini?
kenapa tidak mengorbankan ini?
sebaliknya masa study menjadi mangsa?

Jangan salahkan Islam atas kecuaian diri,
Dalam mengatur hidup agar lebih berstrategi,
bagi mengharungi dunia yg fana ini.

Ku akhiri coretan ini
Dengan satu hadis nabi
“Sesungguhnya, jika Allah s.w.t. mencintai sesuatu kaum,
maka mereka akan diuji.
Andainya mereka redha dengan ujian tersebut,
maka baginya keredhaan Allah”


Ehsan coretan : Fakhrul Wanz

Tuesday, 26 March 2013

I LOVE PM...

Six characteristics of believers...




Sabda Rasulullah s.a.w:

عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي االله عنهما يقول : سمعتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم يقولُ : إن الله لا يقبضُ العلمَ انتِزاعاً ينزعُهُ من الناسِ ولكن يقبِضُ العِلم بقبضِ العُلم حتى إذا لم يترُكْ عالما اتخذ الناس رؤوسا جهالا فسُئِلوا فأفتَوا بغير علم, فضلوا واضلوا -مسلم

Daripada Abdullah bin 'Amru fin al 'Ash Rodiyallahu 'anhuma, aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda : Bahawasanya Allah s.w.t tidak mencabut (menghilangkan) ilmu itu sekali gus dari dada manusia, tetapi Allah menghilangkan ilmu dengan mematikan alim ulama'. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama', orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka, dan apabila pemimpin jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Maka mereka sesat dan menyesatkan orang yang lain - (Riwayat Muslim)


Wednesday, 13 March 2013

When Mecca Meet Madina...





"..isteri boleh maaf tapi tak boleh lupa,
suami boleh lupa tapi tak boleh sebut maaf.."

Ramai dikalangan isteri merungut akan sikap suami mereka yang susah untuk menyatakan atau mengungkapkan perkataan “maaf” walaupun dengan jelas kesalahan dan kesilapan berpunca daripada suami. Akhirnya ramai dikalangan wanita melabelkan orang lelaki ini sebagai EGO.

Untuk memahami sikap lelaki begini, mari kita imbas kembali peranan lelaki zaman dahulu. Lelaki adalah penjaga keluarganya daripada serangan binatang buas, musuh dan menangkap binatang buruan untuk makanan keluarganya. Dia keluar meninggalkan keluarga untuk ke hutan menangkap binatang.

Dia berfikir sendirian. Dia keluar dengan penuh yakin untuk kembali membawa binatang buruan. Dia tidak akan menunjukkan muka yang takut atau lemah agar isteri dan keluarganya tidak risau akan pemergiannya. Malah dia ingin dirasai diperlukan oleh keluarganya untuk mendapatkan makanan.

[ Lelaki Pantang Dilihat Gagal ]

Sikap “rasa-tidak-dilihat-sebagai-GAGAL” telah menebal di kepala orang lelaki. Sememang inilah binaan sel-sel rangkaian otak orang lelaki yang suka kompetitif, kuasa dan agresif. Tidak boleh menerima kegagalan.

Kalau lelaki ini bersendirian memandu kereta dan dia sesat jalan, dia akan turun bertanya pada orang untuk mendapatkan panduan. Tetapi kalau isteri atau ada orang lain yang bersamanya ketika itu, dia tidak akan turun bertanya pada orang lain. Kerana perbuatan ini menyebabkan dirinya dipandang sebagai GAGAL.

Kalau isterinya bersuara menyuruh dia minta pertolongan orang lain, ini menyebabkan dirinya rasa GAGAL. Pantang dirinya menerima keadaan begini. Seolah-olah dia “tidak berguna”. Kalau dia sedang membaiki paip yang bocor, isterinya suruh dia panggil saja tukang paip, tindakan isterinya ini merendahkan martabatnya sebagai dia GAGAL.

[ Suami : Kenapa Sukar Minta Maaf ]

Penyebab lain yang menyukarkan suami menyebut “saya minta maaf” ialah binaan otak “monotrek”nya ini iaitu:

1. Kurang perhubungan diantara sel emosinya di sebelah otak kanan dengan sel lisan di sebelah otak kirinya. Oleh itu amat sukar untuk dia menyuarakan kesilapannya.

2. Minda lelaki sepeti di dalam kotak-kotak. Semua kesilapan diri sendiri disimpan di dalam kotak-kotaknya itu dan disimpan hingga dia sendiri lupa di mana dia letak kotak-kotak itu. Dia hanya ingat akan kotak-kotak yang berisi kejayaan dan kemenangannya sahaja. Itu sebabnya orang lelaki lebih mudah menceritakan kejayaannya daripada kegagalannya kepada orang lain.

[ Isteri ]

Sebaliknya isteri amat mudah menyuarakan semua perasaan, emosi, pandangan, kemaafan dan nasihat kerana binaan sel otak mereka yang “multitasking” ini mampu melakukan pelbagai perkara serentak. Disebabkan hubungan jaringan sel sebeginilah, maka amat mudah bagi seorang isteri mengingat semua peristiwa dan dengan cekap pula mengaitkan peristiwa itu dengan sesuatu isu dan emosinya.

Itu sebabnya seorang isteri sangat memerlukan ungkapan “Abang minta maaf” daripada suaminya kerana dengan pernyataan ini menyebabkan dirinya dihormati dan terhubung jiwa dan raganya dengan suami itu.

Dua orang lelaki peninju kelihatan berpelukan di akhir pertandingan. Tanggapan orang perempuan ialah mereka sedang bermaaf-maafan. Hakikat sebenar ialah pemenang berkata, “Aku menang” dan disambut oleh yang kalah, “Ok, aku tunggu kamu tahun depan pulak.”

Oleh itu, bagi isteri, cukuplah dengan perbuatan suami seperti membasuh keretanya atau mengambil kain di penyidai sebagai ungkapan yang dia sedang meminta maaf kepada anda.
Bagi suami pula, belajarlah menyebut, “Abang minta maaf” setiap kali isteri berkata, “Abang yang silap” kerana dengan ucapan azimat ini akan bertambah sayang dia kepada anda, walaupun anda tidak tahu apa kesalahan anda.


Selamat mencuba!


Pak Utih, Ahmad Shafiai Uda Jaafar
Pengarah, Helping Boys Nurturing Girls Institute, Kolej UNITI, Port Dickson
Speaker STEP 2 : When Mecca Meets Medina

29 Mac 2013

Wednesday, 20 February 2013

Pemuda Yang Mati Di Pangkuan Rasulullah...


Seorang remaja yang begitu hebat di zaman Rasulullah S.A.W. Namanya Tha'labah bin Abdul Rahman, seorang remaja berusia 17 tahun. Setelah memeluk Islam, beliau selalu mengikut Rasulullah S.A.W mengajar. Jika Rasulullah berhajatkan sesuatu, Rasulullah S.A.W akan khabarkan kepada Ta'labah.

Suatu hari Rasulullah menyuruh Tha'labah mencari sesuatu. Ketika dalam perjalanan mencari barang yang Rasulullah hajati itu, Tha'labah telah melalui sebuah rumah yang pintunya terbuka. Angin yang bertiup membuatkan pintu tandas rumah tersebut juga terbuka, dan ketika itu Tha'labah terlihat akan seorang perempuan yang sedang mandi.

"A'uzubillah! Ya Allah aku takut nanti malaikat Jibril memberitahu kepada Rasulullah S.A.W! Ya Allah, aku takut turunnya ayat quran yang menyenaraikan aku dalam golongan orang yang berbuat dosa! Ya Allah..."

Rintihan Tha'labah

Dia merintih sehingga dia lupa akan barang yang dipesan oleh Rasulullah S.A.W. Dia melarikan diri dan terjumpa satu bukit di pinggir Madinah yang dipuncaknya ada sebuah gua. Tha'labah masuk ke dalam gua tersebut dan asyik menangis. Tha'labah menangis dan menangis, beliau kesal amat dengan dosanya.

Pada masa yang sama, Rasulullah S.A.W menanti kepulangan Tha'labah beberapa hari namun Tha'labah tidak kunjung tiba. Lalu Rasulullah S.A.W mengarahkan Saidina Umar RA untuk mencari Tha'labah dan beliau terjumpa Tha'labah di tempat dia bersembunyi di puncak bukit.

Umar berkata "Tha'labah, Rasulullah mahu berjumpa kamu."

"Kenapa? Sudah turunkah ayat al-Quran tentang dosaku, sudah beritahukah Jibril kepada Rasulullah, aku tidak mahu masuk neraka, aku tidak mahu masuk neraka." Kata Tha'labah dalam ketakutan yang amat sangat.

Oleh sebab Tha'labah sudah tersangat lemah, Saidina Umar RA memimpinnya pulang ke rumah. Apabila Rasulullah SAW menziarah Tha'labah, Tha'labah sedang terlentang lalu Rasulullah SAW meriba kepala Tha'labah.

Tetapi Ta'labah mengetepikan kepalanya. Rasulullah bertanya, "kenapa wahai Tha'labah?"

"Wahai Rasulullah, kepala yang penuh dosa ini tidak layak untuk berada di ribamu," kata Tha'labah.

"Apa yang kamu mahu Tha'labah?"

"Ya Rasulullah, aku mahukan keampunan Allah"

Cita-citanya hanya Syurga

"Apa cita-cita kamu wahai Ta'labah?"

"Cita-cita aku hanya syurga Allah. Tolonglah doakan moga Allah mengampunkan dosa-dosaku."

Lalu Rasulullah s.a.w berkata, "wahai Tha'labah aku menjamin kepadamu apa yang kamu mahu dan cita-citamu. Inilah bukti taubatmu."

Tidak lama selepas itu, Tha'labah menghembuskan nafasnya yang terakhir di riba Rasulullah SAW.

Ketika mayat Tha'labah siap dikafan dan tiba masa untuk dikebumikan, Rasulullah SAW datang agak lewat ketika itu. Para sahabat membuka jalan kepada Rasulullah untuk rapat ke kubur Tha'labah. Tetapi Rasulullah berjalan merapati kubur Tha'labah dalam keadaan berjalan yang perlahan, dan seperti tersekat-sekat.

Sahabat-sahabat bertanya, "wahai Rasulullah, kami telah membuka jalan, mengapa Rasulullah berjalan dengan tidak selesa?"

Rasulullah menjawab, "kamu tidak dapat melihat betapa ramainya malaikat yang hadir menghantar Tha'labah ke kubur."

Itulah kisah hidup seorang remaja hebat bernama Tha'labah. Betapa takutnya beliau dengan azab Allah SWT walaupun beliau tidak sengaja terpandang perempuan yang sedang mandi itu. Begitu malu bertemu Rasulullah, begitu mengharap keampunan Allah SWT, dan akhirnya menhembus nafas yang terakhir di ribaan insan mulia bernama Muhammad bin Abdullah, dan jasadnya diiringi malaikat ke kuburan. Subhanallah!

Lihat diri kita. Apakah kita menyesal dan bertaubat setelah berbuat dosa yang sengaja? Apakah kita sedar, dan menyesal serta bertaubat setelah berbuat dosa yang tidak sengaja?

Tepuk dada, tanya iman. Moga Allah SWT mengampunkan dosa-dosa kita.


Ehsan daripada: artikel iluvislam.com

Saturday, 9 February 2013

Gong Xi Fa Chai !


Saturday, 19 January 2013

Arruhul Jadid Fi Jasadil Ummah!


Pelancaran IKRAM Siswa National [19/1/13]


Arruhul Jadid Fi Jasadil Ummah!

Kami adalah ruh baru dalam jasad ummah!


Wednesday, 2 January 2013

Khalifah Of Allah On Board...




JIM dibubar setelah 22 tahun ungguli dakwah

KUALA LUMPUR - Pertubuhan Jamaah Islah Malaysia (JIM) akan dibubarkan, meninggalkan legasinya sebagai salah sebuah gerakan Islam di Malaysia yang amat aktif, lantang dan berkesan dalam menggerakkan massa sepanjang lebih dua dekad.
Keputusan untuk membubarkan JIM adalah selaras dengan hasrat pertubuhan tersebut untuk menyepadukan semua sumber organisasi di bawah organisasi baru iaitu Pertubuhan IKRAM Malaysia (IKRAM).

JIM dibubar“Kami memutuskan untuk membubarkan JIM bagi menyepadukan sumber-sumber organisasi bagi membolehkan kami melaksanakan tugas yang lebih besar dalam masyarakat demi melonjakkan lagi dakwah,” kata Zaid Kamaruddin, Presiden JIM ketika ditemui selepas Perhimpunan Perwakilan Nasional (PPN) Khas JIM yang diadakan Sabtu lalu.

Satu PPN Khas yang dihadiri oleh lebih 200 orang perwakilan JIM dan Wanita JIM di peringkat Pusat, Negeri dan Daerah dipanggil untuk membincangkan usul membubarkan JIM. Perhimpunan yang berlangsung di Kompleks Darul Puteri, Cheras, Kuala Lumpur itu akhirnya sebulat suara meluluskan usul pembubaran JIM.

Perhimpunan khas tersebut juga telah meluluskan usul untuk memindahkan semua harta dan aset JIM kepada IKRAM.

IKRAM diluluskan penubuhannya oleh Pendaftar Pertubuhan pada 22 Oktober 2009. Menurut Undang-undang tubuh Pertubuhan IKRAM Malaysia, IKRAM adalah sebuah pertubuhan dakwah, kebajikan serta tarbiah yang mengambil peduli tentang urusan-urusan kehidupan masyarakat umum sejajar dengan cara hidup dan ajaran Islam.

JIM dibubarkan JIM dibubarkan JIM dibubarkan

Menurut Zaid, kebanyakan ahli JIM yang aktif dalam amal dakwah dalam masyarakat kini menjadi ahli IKRAM dan membawa bersama pengalaman-pengalaman berharga. Mereka dijangka memainkan peranan yang lebih besar dalam IKRAM.

“Kekuatan yang ada pada JIM termasuk harta, aset maknawi serta institusi-institusi seperti sekolah, Hidayah Centre dan Raudhatus Sakinah akan diserahkan kepada IKRAM,” ujar Zaid.

“Pengalaman yang kita peroleh semasa bergerak di bawah JIM akan dimanfaatkan dalam membina tapak yang kukuh bagi penglibatan IKRAM dalam masyarakat,” katanya lagi.

Turut hadir dalam PPN Khas JIM ialah Timbalan Presiden JIM Syed Ibrahim Syed Noh, Naib Presiden Profesor Dr Sahrim Ahmad, Setiausaha Agung Nahar Md Nor dan Bendahari, Tuan Yaacob Tuan Sof serta Ahli-ahli Jawatankuasa Pusat dan Wanita Pusat. Yang Dipertua dan Ketua Wanita Negeri-negeri dan Daerah-daerah juga hadir dalam perhimpunan bersejarah ini.

JIM ditubuhkan pada 27 Julai 1990 sebagai sebuah gerakan Islam yang memusatkan aktivitinya kepada misi membangun sumber manusia untuk melahirkan insan baik dan yang mengajak kepada kebaikan; membudayakan pendekatan perkongsian dan permuafakatan serta mengislah dan menggembleng masyarakat ke arah penegakan kebenaran dan keadilan sejagat selaras dengan moto JIM, “Bersama Islam Membina Masyarakat”.

Dalam tempoh 22 tahun, JIM dipimpin oleh tiga orang tokoh Presidennya iaitu Saari Sungib, Profesor Dr Mohamed Hatta Shaharom dan Zaid Kamaruddin yang berjaya meletakkan JIM sebaris dengan gerakan Islam yang lebih awal bertapak di Malaysia.

Walaupun ditubuhkan pada tahun 1990, usaha dakwah dan tarbiah oleh aktivis-aktivis JIM bermula lebih awal iaitu sejak pertengahan dekad 1970-an lagi tatkala pelajar-pelajar Malaysia lulusan dari universiti-universiti di United Kingdom dan Mesir kembali ke tanah air.

Gerakan dakwah oleh kumpulan ini kemudiannya dikukuhkan dengan penyertaan graduan dari Amerika Syarikat, Australia, Kuwait, India dan dari insitusi-institusi pengajian tinggi tempatan.

Ditubuhkan oleh Saari Sungib dan sebuah jawatankuasa penaja, JIM dipimpin oleh Saari sehingga tahun 1999. Saari kini aktif dalam politik dan menjadi Ahli Dewan Undangan Negeri Selangor bagi kawasan Hulu Kelang. Dr Mohamed Hatta dan Zaid pula kini masing-masing menjadi Timbalan Presiden dan Setiausaha Agung IKRAM.

Sepanjang tempoh pengoperasiannya, JIM telah membina hubungan dan jaringan yang amat baik dan luas dengan pelbagai NGO dan juga parti-parti politik sama ada pemerintah atau pembangkang dan seterusnya berjaya mengambil tempat dan memainkan peranan berkesan dalam masyarakat.

Beberapa orang aktivis JIM berada dalam kepemimpinan gabungan NGO-NGO yang berpengaruh dan bereputasi di Malaysia seperti Gerakan Mansuhkan ISA (GMI), Malaysians for Free And Fair Election (Mafrel), Bersih 2.0 dan Allied Coordinating Committee of Islamic NGOs (ACCIN) dan Gabungan Bertindak Malaysia (GBM).

JIM dibubarkan“Setiap penglibatan kami dalam gabungan-gabungan NGO ini adalah selaras dengan objektif dan prinsip perjuangan kami,” tegas Zaid mengenai pembabitan JIM dalam gabungan lain.

“Jadi, penglibatan luas ahli-ahli JIM akan dimanfaatkan dan diteruskan oleh IKRAM,” tambah Zaid, mengakhiri wawancara bersama wartawan MS ISMAIL.

(Sumber: jim.org.my)

Monday, 31 December 2012

welcome 2013...



Sunday, 23 December 2012

Sunday, 16 December 2012

The Choice Is Yours!







Thursday, 13 December 2012

Bi Siddiqin

Ammu Afdolin:

Ramai yg bertanya kepada aku "Macammana Gaza bang?" Dan aku sedar yang aku terpinga pinga nak menjawab soalan itu. Nak kata "Ok", aku dah tengok kehancuran di sana. Nak kata "Tak Ok" aku dah bertemu dengan orang orang yang paling berani, paling peramah, paling mesra, paling bertaqwa, pendek kata orang paling indah di dunia. Mereka sentiasa tersenyum apabila menyambut kita setiap kali kita bersua muka dan tak perlulah kita tanya samaada senyum mereka ikhlas atau tidak kerana tidak ada kesinisan di jiwa mereka. Raut wajah mereka membayangkan satu ketenangan yang sangat saya rindui. Ketenangan yg terpapar di seluruh Gaza. Walaupun serpihan bom merata rata, aku rasa seperti seorang anak kecil yg di jaga oleh ibunya. Selamat dan di sayangi. Hidup mereka hanya untuk mencari keredhaan Allah, untuk dekat dengannya.

Walaupun begitu mereka bukan sahaja duduk di masjid masjid, mereka aktif di kota yg mereka cintai, sentiasa berusaha memperbaiki keadaan ekonomi palestine, memperbaiki kehidupan rakyat palestin. Sesungguhnya pada ketika ini mereka tak ada masa depan, jika kita mengikuti ukuran kejayaan kehidupan kita di Malaysia. Tapi mata ku tidak melihat seperti dulu. Aku cakap pada isteriku setiba aku kembali ke negara yang aku cinta ini, Mata aku dah lain, telingaku dah lain, lidahku dah lain dan hatiku dah lain. Aku melihat benda yg sama tapi aku tak nampak benda yang sama lagi. Apa guna kejayaan dan kekayaan jika tak ada Allah di sisi kita. Pada masa yg sama kejayaan kita akan lebih bermakna dan di berkati jika Dia bersama di sisi.

Aku bukan orang alim, aku tak boleh nak quote ayat ayat quran untuk mengajar tetapi sekarang keredhaan dan keimanan yg aku cari dan akan terus aku perolehi.

Kalau orang Palestin boleh sentiasa bersifat positif walaupun ditindas dan di tekan oleh israel, Aku pun mahu jadi positif mencari kebaikan dlm sesama umatku, aku akan buat yg terbaik untuk menghabiskan saki baki hidup aku sebagai seorang yg sentiasa membuat kebaikan untuk sesama saudaranya dan paling utama mendapat keredhaan Allah.

Kita bantu rakyat kita yg memerlukan kerana sini bantuan boleh di hantar dgn segera dan ramai yang boleh melakukannya akan tetapi Palestin akan menjadi perjuangan jangka masa panjang aku. Seperti sahabatku sebelum ini aku pun dah jatuh cinta dgn bumi itu dan org orgnya. Insyaa allah aku akan kembali ke bumi barakah itu tak lama lagi. Aku Afdlin Shauki. Aku masih lagi anak seni. Aku masih akan menghiburkan selagi termampu, tetapi seniku bukan kosong, seniku mungkin bukan untuk semua tetapi seniku akan ada kebaikan untuk masyarakat dan manusia sejagat.



Sunday, 9 December 2012

Friday, 23 November 2012

Sir..We Teach Life!


Remaja yang kami kasihi...dengarkan pesanan ini....
Pesanan Syeikh Ahmad Yasin kepada para Pemuda dan Pemudi :

☛ Wahai anak-anakku, telah tiba saatnya kalian kembali kepada ALLAH swt dengan meninggalkan pelbagai keseronokan dan kealpaan kehidupan dan menyingkirkannya jauh daripada kehidupan
kamu. Telah tiba saatnya kalian bangun dan melakukan solat subuh secara berjemaah. Sudah sampai saatnya untuk kalian menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, mengamalkan kandungan al-Quran serta mencontohi kehidupan Nabi Muhammad saw.

☛ Aku menyeru kamu wahai anak-anakku untuk solat tepat pada waktunya. Lebih dari itu, aku mengajak kalian wahai anak-anakku, untuk mendekat diri kepada sunnah Nabi kalian yang agung.

☛ Para Pemuda, aku ingin kamu menyedari dan menghayati makna tanggung jawab. Kalian harus tegar menghadapi kesulitan hidup dengan meninggalkan keluh kesah. Aku menyeru kamu untuk menghadap ALLAH SWT dan memohon keampunan dari-Nya agar Dia memberi rezeki yang berkat kepada kamu. Aku menyeru kamu supaya menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda.

☛ Aku ingin kamu tidak tertidur oleh alunan-alunan muzik yang melalaikan, melupakan kata-kata yang menyebutkan cinta kepada manusia dan dunia serta menggantikannya dengan kata amal, kerja dan zikir kepada ALLAH. Wahai anak-anakku, aku amat berharap kamu tidak sibuk dengan muzik dan tidak terjerumus ke dalam arus syahwat.

☛ Wahai Puteriku , aku ingin kamu berjanji kepada ALLAH akan mengenakan hijab secara jujur dan betul. Aku meminta kamu berjanji kepada ALLAH bahawa kamu akan mengambil peduli tentang agama dan Nabi kalian yang mulia. Jadikanlah ibunda kamu, Khadijah dan Aisyah, sebagai teladan. Jadikan mereka sebagai pelita hidup kamu. Haram hukumnya bagi kamu untuk melakukan sesuatu yang boleh menarik perhatian pemuda supaya mendekati kalian.

Sunday, 11 November 2012

Remaja Super Time Manager...



"Dan tetap tekunlah engkau memberi peringatan, kerana sesungguhnya peringatan itu mendatangkan faedah kepada orang-orang yang beriman."

[Az-Zariyat: 55]

Thursday, 25 October 2012

Monday, 15 October 2012

Shock Wave...


Shaykh Tawfique Chowdhury:

"Our goal is to achieve a world where every Muslim can live faithfully to their belief, building an exemplary community that benefits humanity. Our strategy to achieve this is focusing on excellence in knowledge in action... "

Tuesday, 25 September 2012

Ana Muslim...


Semoga kita sentiasa membina, dipelihara daripada merosakkan...Katakanlah (wahai Muhammad): “Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahawa Tuhan kamu hanyalah Tuhan Yang Satu; Oleh itu, sesiapa yang percaya dan berharap akan pertemuan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal yang soleh dan janganlah ia mempersekutukan sesiapapun dalam ibadatnya kepada Tuhannya”. [Al Kahfi: 110]

Sunday, 16 September 2012

Bravery...

“Manusia hidup bukanlah mereka yang hanya boleh bernafas, tapi mereka yang berani melakukan sesuatu dan mampu mengambil hikmah dari seluruh kejadian, peristiwa dan tentangan hidup yang mereka lalui.”

Sunday, 9 September 2012

Guru Kepalang Ajar...

"Jangan berhenti berdayung nanti arus akan membawa kita hanyut" “Kehidupan ini sentiasa memberi banyak kenangan yang sukar dilupakan. Ada banyak cerita dan pengalaman yang membuatnya menjadi lebih indah. Mereka yang berjaya memahami kehidupan sebagai perjalanan yang mesti dilalui dengan kesungguhan adalah di antara pemenangnya kerana merekalah yang bersedia menjadi murid atau pelajar terbaik bagi kehidupannya disebabkan mereka sedar bahwa kehidupan ini adalah guru.”

Tuesday, 4 September 2012

For Good Time and Bad Time...

[Only Time Who can say where the road goes. Where the day flows, only time. And who can say if your love grows. As your heart chose, only time. Who can say why your heart sighs. As your love flies, only time. And who can say why your heart cries. When your love lies, only time. Who can say when the roads meet. That love might be in your heart. And who can say when the day sleeps. If the night keeps all your heart. Night keeps all your heart. Who can say if your love grows. As your heart chose. Only time. And who can say where the road goes. Where the day flows, only time. Who knows? Only time.] Semoga Allah mencucuri rahmat ke atas roh Allahyarham dua orang pelajar Malaysia yang meninggal dunia akibat kemalangan kereta di Russia, menempatkan roh mereka bersama roh para solihin dan syuhada'. Semoga Allah kurniakan juga kesembuhan yang segera dan sempurna kepada mereka yang masih dirawat, memberi ketenangan dan kesabaran yang tinggi kepada ahli keluarga mereka atas musibah ini, ameen

Tuesday, 28 August 2012

Antara Dua Darjat...

"Sesiapa yang menghendaki (kesenangan hidup) dunia, Kami akan segerakan kepadanya dalam dunia apa yang Kami kehendaki, bagi sesiapa yang Kami kehendaki; kemudian Kami sediakan baginya neraka Jahannam (di akhirat kelak), untuk membakarnya dalam keadaan yang hina lagi tersingkir dari rahmat Allah. Dan sesiapa yang menghendaki akhirat dan berusaha mengerjakan amal-amal yang baik untuk akhirat dengan usaha yang layak baginya, sedang ia beriman, maka mereka yang demikian keadaannya, diberi pahala akan amal usahanya." [Al Israa':18-19] Hearty-hearty...

Friday, 17 August 2012

Selesai sudah....

Usah lupa... مَنْ أَحْيَا لَيْلَةَ الْفِطْرِ وَلَيْلَةَ الأَضْحَى لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوْتُ الْقُلُوْبُ “Sesiapa menghidupkan malam hari raya fitrah dan malam hari raya korban, nescaya tidak akan mati hatinya pada hari mati hati-hati”. [Riwayat Imam at-Thabrani dari ‘Ubadah r.a]
Ameen

Saturday, 11 August 2012

Parachute....

Katakanlah (wahai Muhammad): “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang menurutku, menyeru manusia umumnya kepada ugama Allah dengan berdasarkan keterangan dan bukti yang jelas nyata. Dan aku menegaskan: Maha suci Allah (dari segala iktiqad dan perbuatan syirik); dan bukanlah aku dari golongan yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.” [Yusof: 108]

Wednesday, 8 August 2012

Kejar lah Segalanya Tapi...

"(Luqman menasihati anaknya dengan berkata): “Wahai anak kesayanganku, sesungguhnya jika ada sesuatu perkara (yang baik atau yang buruk) sekalipun seberat bijih sawi, serta ia tersembunyi di dalam batu besar atau di langit atau pun di bumi, sudah tetap akan dibawa oleh Allah (untuk dihakimi dan dibalasNya); kerana sesungguhnya Allah Maha Halus pengetahuanNya; lagi Amat Meliputi akan segala yang tersembunyi." [Luqman:16]

Friday, 3 August 2012

Woots...

Rasulullah SAW bersabda: "Ada tiga hal yang menyelamatkan, yakni takut kepada Allah Ta'ala dalam keadaan sendiri mahupun ramai, berlaku adil dalam keadaan suka ataupun marah dan hidup sederhana ketika miskin dan kaya. Dan ada tiga hal yang membinasakan, yakni keinginan yang selalu dituruti, sifat bakhil yang dipatuhi dan sifat ujub (bangga) terhadap diri sendiri." (Al-Ahaditsus Shahihah Al-Abani IV/416)

Sunday, 29 July 2012

Close Encounter...


Zaharuddin.net:
Sesiapa yang menceritakan AIB ORANG LAIN kepadamu, ia berpotensi besar pula menceritakan AIBMU kepada orang lain. Sesiapa yang BERLEBIHAN memujimu di ketika dia bersetuju denganmu, berpotensi besar pula untuk berlebihan mencelamu di kala dia membantahmu. Justeru, telitilah teman yang layak untuk kamu rapati.



Tuesday, 24 July 2012

We Are All Visitors...



Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan bagiku kecuali hanya Engkau.

Pada Mu aku bertawakkal, dan Engkau Tuhan 'arasy yang agung.

Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehandaki Nya pasti pula tidak akan terjadi.

Tiadalah daya upaya dan tiada pula kekuatan kecuali hanya dengan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Aku yakin, bahawasanya Allah berkuasa atas segala sesuatu dan bahawasanya Allah meliputi segala sesuatu dengan ilmu Nya.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan Engkau dari kejahatan diriku dan dari kejahatan segala makhluk yang melata, Engkaulah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku sentiasa berada di jalan yang lurus.

Thursday, 19 July 2012

KNOWLEDGE IS POWER

KNOWLEDGE IS POWER
DEAR-Drop Everything And Read

Ke Arah Pembentukkan Minda Pendidik Kelas Pertama

"Sejahtera akidahnya, sahih ibadahnya, teguh akhlaknya, terdidik fikirannya, kuat badannya, mampu untuk mengusahakan mata pencariannya, teratur dalam segala urusannya, sentiasa menjaga waktunya dan sentiasa memberi manfaat kepada orang lain" (As Syahid Imam Hasan al Banna)

Istimewanya zaman remaja...

Tujuh golongan manusia akan dilindungi oleh Allah pada hari di mana tidak ada perlindungan kecuali perlindunganNya iaitu:
1) Imam yang adil
2) Pemuda / remaja (lelaki & perempuan) yang tekun beribadat kepada Allah
3) Seorang lelaki yang hatinya terpaut kepada masjid, (hatinya sentiasa ingat) dari masa ia keluar dari masjid hingga ia balik semula ke masjid
4) Dua orang *lelaki yang berkasih-kasihan di dalam (mencari ridha) Allah, keduanya bertemu kerana Allah dan berpisah pula kerana Allah
5) Seorang *lelaki yang mengingati Allah, di masa sunyi sepi sehingga menitiskan air mata.
6) Seorang lelaki yang diajak oleh seorang wanita yang berkedudukan tinggi, cantik rupa parasnya untuk melakukan perbuatan jahat, ia berkata, "Aku takut kepada tuhan seluruh alam"
7) Seorang *lelaki yang memberi sedekah dengan suatu sedekah, lalu disembunyikan sedekah itu, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.

Kita lah Ulil Albab...

"Lo! In the creation of the heaven and the earth and (in) the difference of night and day are tokens (of His sovereignity) for man of understanding"

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pengantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal"

(Ali-Imran: 190)


"ILMU DAN IBADAH SESEORANG TIADA NILAI NYA DI SISI ALLAH DAN MANUSIA SEKIRANYA MEMBUAHKAN AKHLAK YANG BURUK"

Al-Zukhruf: 43-44

"Dengan yang demikian, berpegang teguhlah kepada Al-Quran yang telah diwahyukan kepadamu; kerana sesungguhnya engkau berada di atas jalan yang lurus. Dan sesungguhnya Al Quran itu memberikan kemuliaan dan peringatan kepadamu (wahai Muhammad) dan kepada kaummu; dan kamu akan ditanya kelak (tentang isi kandungannya yang kamu telah amalkan)."